Evita : Masih Banyak Usaha Mikro dan Ultra Mikro Yang Belum Terlayani Akses Pendanaannya

  • Bagikan
Evita : Masih Banyak Usaha Mikro dan Ultra Mikro Yang Belum Terlayani Akses Pendanaannya
image_pdfimage_print

Realitarakyat.com -Anggota Komisi VI DPR RI Evita Nursanty, menyebut saat ini masih banyak usaha mikro dan ultra mikro yang belum terlayani akses pendanaannya.

Tidak hanya itu, usaha untuk membantu mereka pun sangat fragmented dan jalan sendiri sendiri. Padahal bangkitnya usaha mikro dan ultra mikro ini menjadi bagian penting untuk percepatan pemulihan ekonomi nasional saat pandemi Covid-19 saat ini.

Hal itu disampaikan Evita Nursanty, dalam Sosialisasi Ekosistem Ultra Mikro di Kyriad Grand Master Hotel, Purwadadi, Grobogan, Jawa Tengah, Senin (7/6/2021).

“Karena itulah, kita sangat menyambut baik sinergi ekosistem yang dilakukan tu BRI, Pegadaian dan PNM untuk makin luas menjangkau usaha mikro dan ultra mikro ini. Sinergi Ekosistem Sektor Ultra Mikro dari 3 perusahaan BUMN ini sangat dibutuhkan untuk mempercepat proses pemulihan ekonomi nasional dan manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh pelaku ultra mikro khususnya dan UMKM, serta masyarakat pada umumnya,” kata Evita.

Politisi PDI Perjuangan ini menilai, BUMN sektor usaha mikro UMKM perlu bahu membahu, menyinergikan kekuatan dan keahlian dalam integrasi ekosistem.

Perlu consolidated effort agar dukungan dan komitmen bagi jutaan pelaku usaha kecil benar-benar efektif dan luas jangkauannya. Apalagi di masa pandemi sekarang ini dimana merekalah sektor yang paling membutuhkan dukungan.

Survei BI menunjukkan sebanyak 87,5% UMKM terdampak pandemi Covid-19 rata-rata mengalami penurunan penjualan antara 30-50%. Banyak UMKM yang gulung tikar, dan banyak juga yang akhirnya kehilangan pekerjaan.

“Dengan sinergi ini maka akses pendanaan lembaga keuangan formal akan meningkat, dengan akses pendanaan yang makin meningkat maka daya saing juga akan meningkat, lalu akan menghasilkan penguatan ekonomi nasional khususnya masa pandemi ini. Disisi lain, tentunya masing masing BUMN juga diuntungkan dengan makin besarnya dan luasnya layanan nasabah,” sambung Evita lagi.

Dia menilai, UMKM merupakan penyangga atau tulang punggung ekonomi nasional, terutama saat menghadapi situasi sulit seperti pandemi Covid-19.

Itu sebabnya Evita percaya upaya percepatan pemulihan ekonomi nasional saat ini akan berjalan dengan baik ketika dimulai dengan membantu UMKM untuk bangkit kembali.

Data menunjukkan, dari 65 juta dunia usaha yang ada di Indonesia, sebanyak 99,9% adalah Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UKMK). Dari jumlah itu, usaha besar hanya 5.637 (0,01%), usaha kecil 798.679 (1,22%), usaha menengah 65.465 (0,10%), sedangkan jumlah yang terbesar ada di usaha mikro dan ultra mikro yang jumlahnya 64 juta (98%). Artinya, usaha mikro dan ultra mikro ini sangat penting peranannya.

Tapi meskipun peranannya sangat penting, namun ternyata dari data yang ada, dari 64 juta usaha mikro dan ultra mikro ada 30 juta belum memiliki akses kepada sumber pendanaan.

Kemudian hanya ada 15 juta terlayani oleh sumber pendanaan mulai dari bank, gadai, group lending, BPR, hingga fintech. Selanjutnya ternyata ada 18 juta tidak terlayani.

“Yang tidak terlayani dan yang belum memiliki akses kepada sumber pendanaan ini tentunya akan sangat mudah untuk terjerat kepada rentenir, termasuk rentenir online yang begitu menjamur saat ini. Ini yang juga perlu mendapat perhatian kita,” katanya.(Din)

  • Bagikan
Loading...