Connect with us

Headline

Dirjen Dukcapil : Penduduk Non Permanen Hambat Integrasi Data

Diterbitkan

Pada

Dirjen Dukcapil : Penduduk Non Permanen Hambat Integrasi Data
image_pdfimage_print

Realitarakyat.com – Direktur Jenderal (Dirjen) Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kemendagri Zudan Arif Fakrullah mengatakan kolaborasi antara Badan Pusat Statistik (BPS) dan Dukcapil Kemendagri masih membutuhkan waktu. Pasalnya, data penduduk non permanen menjadi penghambat integrasi data antara Dukcapil dengan BPS.

Terkait hal tersebut Zudan tengah menyiapkan solusi yakni berupa inovasi identitas digital.

“(Ini) yang pada dasarnya memindahkan informasi data e-KTP dari blangko fisik menuju digital dan dapat disimpan di handphone (HP) penduduk,” kata Zudan dalam siaran persnya, Selasa (8/6/2021).

Jika menggunakan identitas digital nantinya dapat melakukan tracking penduduk non permanen berdasarkan pergerakan HP nya yang berisi digital id tersebut.

“Misalnya HP itu dalam satu tahun bertempat tinggal di wilayah Sumedang, namun e-KTP beralamat di Sukabumi. Ini bisa disimpulkan bahwa penduduk tersebut menjadi penduduk non permanen di Sumedang. Secara agregat dan makro hal ini bisa dilakukan untuk mengetahui perbedaan jumlah penduduk Sumedang secara de facto dan de jure,” paparnya.

Zudan mengakui selama ini setiap lembaga penyedia layanan publik memang memiliki data kependudukannya sendiri-sendiri. Hal ini karena setiap lembaga memerlukan data dari penggunanya sebagai basis data operasional.

Dia berharap rencana satu data Indonesia dapat segera terealisasi. Pasalnya hal itu untuk mempermudah akses masyarakat terhadap berbagai layanan publik.

Dengan satu data kependudukan, semua platform layanan publik akan dapat menggunakan satu nomor yang sama terlepas dari beragamnya jenis layanan publik.

“Jadi, baik data ijazah, data paspor, data KTP-el, data NPWP, data rekening bank, dll semua sama karena sudah menggunakan satu data kependudukan. Ini yang sedang kami kerjakan,” pungkasnya.(Din)

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Headline

Jelang HUT Ke 70 Tahun, PELNI Gelar Kompetisi Karya Tulis Jurnalistik 2021

Diterbitkan

Pada

Penulis

Jelang HUT Ke 70 Tahun, PELNI Gelar Kompetisi Karya Tulis Jurnalistik 2021
Baca Berita

Headline

Terima IKAPPI, Bamsoet Dukung Perlunya Undang-Undang tentang Perlindungan Pedagang Pasar Tradisional

Diterbitkan

Pada

Penulis

Terima IKAPPI, Bamsoet Dukung Perlunya Undang-Undang tentang Perlindungan Pedagang Pasar Tradisional
Baca Berita

DPR

Walau Sudah Divaksin Nusantara, Waka Komisi IX Nihayatul Wafiroh Mengaku Masih Positif Covid

Diterbitkan

Pada

Penulis

Walau Sudah Divaksin Nusantara, Waka Komisi IX Nihayatul Wafiroh Mengaku Masih Positif Covid
Baca Berita
Loading...