Connect with us

Headline

Covid-19 Kudus Makin Menggila, Sudah 60 Desa Zona Merah

Diterbitkan

Pada

Covid-19 Kudus Makin Menggila, Sudah 60 Desa Zona Merah
image_pdfimage_print

Realitarakyat.com – Bupati Kudus Hartopo mengungkapkan, 60 desa dari 132 desa/kelurahan di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, masuk kategori zona merah menyusul ditemukannya banyak kasus penyebaran Covid-19.

Oleh karena itu, evaluasi penanganan Covid-19, kata dia, harus selalu diperbarui setiap hari, terutama untuk 60 desa yang masuk kategori zona merah.

“Sesuai arahan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, diberikan penekanan agar penanganan Covid-19 di Kudus dapat lebih efektif,” kata Hartopo di Kudus, Jawa Tengah, seperti dilansir CNN Indonesia, Minggu (6/6/2021).

Posko Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 di setiap desa zona merah dan penanganannya terus ditingkatkan agar penanganan wabah ini efektif.

“Petugas juga harus rutin melaporkan perkembangan data kasus terbaru sehingga bisa segera diketahui dan diambil langkah-langkah agar bisa turun kasusnya,” ujarnya menambahkan.

Data Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus, 60 desa yang masuk kategori zona merah tersebar di sembilan kecamatan dengan jumlah masing-masing kecamatan bervariasi.

Dari 60 desa zona merah, kata Hartopo, terbanyak tersebar di Kecamatan Jekulo ada 11 desa, kemudian disusul Kecamatan Kota dan Jati, masing-masing ada sembilan desa zona merah.

Sedangkan kecamatan lainnya bervariasi antara satu hingga delapan desa.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo juga sempat mengunjungi salah satu desa zona merah, yakni Desa Pedawang, Kecamatan Bae.

Perangkat desa setempat juga berinsiatif melakukan “lockdown” desa dan disarankan dilakukan di tingkat RT terlebih dahulu.

Sempat diberitakan sebelumnya, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo dalam unggahan video di akun Twitter @ganjarpranowo, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah rumah sakit di wilayah Kudus, Jawa Tengah.

Seperti tayangan video, dari dua tempat yang didatangi Ganjar, yakni RSUD dr. Loekmono Hadi dan Asrama Mahasiswa Akademi Kebidanan (Akbid) Kudus, dirinya menilai, sejumlah rumah sakit di Kudus menyalahi aturan penanganan pasien Covid-19.

Dimana anggota keluarga diizinkan menunggui pasien positif Corona dan pembesuk juga diizinkan masuk rumah sakit.

“Ya pantes kalau begitu nambah terus (pasien positif Covid-19). Jangan sampai (ada orang masuk), karena mereka berada pada posisi mendekat pada orang yang memang sakit,” tutur Ganjar kepada pihak RSUD dr. Loekmono Hadi, seperti tayangan video di akun Twitter @ganjarpranowo, seperti dilihat Redaksi.co.id,Minggu (6/6/2021).(Din)

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ekonomi

Kemenko Airlangga Hartarto Minta K/L Segera Alokasikan Anggaran Sesuai Inpres 1/2021

Diterbitkan

Pada

Kemenko Airlangga Hartarto Minta K/L Segera Alokasikan Anggaran Sesuai Inpres 1/2021
Baca Berita

Headline

Kemenko Airlangga : Pemulihan Wilayah Timur RI Mampu Dorong Pertumbuhan Nasional

Diterbitkan

Pada

Kemenko Airlangga : Pemulihan Wilayah Timur RI Mampu Dorong Pertumbuhan Nasional
Baca Berita

Headline

Pengamat Menilai Pembelian Hasil Lelang Aset Asabri-Jiwasraya Rawan Digugat

Diterbitkan

Pada

Pengamat Menilai Pembelian Hasil Lelang Aset Asabri-Jiwasraya Rawan Digugat
Baca Berita
Loading...