Connect with us

Headline

Brigjen Helmy Benarkan Saat Ini Sedang Mengusut Jaringan Dukun Pengganda Uang Penipu Obligasi Dragon China

Diterbitkan

Pada

Brigjen Helmy Benarkan Saat Ini Sedang Mengusut Jaringan Dukun Pengganda Uang Penipu Obligasi Dragon China
image_pdfimage_print

Realitarakyat.com – Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Badan Reserse Kriminal Polri membenarkan pihaknya saat ini sedang mengusut kasus penipuan obligasi dragon. Polisi tengah mencari jaringan lain penipuan itu.

“Kami sedang melakukan pengembangan kepada jaringan pelaku lainnya, apakah kedua tersangka ada sindikasi dengan jaringan yang lain,” ujar Direktur Tipideksus Bareskrim Polri, Brigadir Jenderal Polisi Helmy Santika kepada wartawan, Minggu (6/6/2021).

Kedua pelaku, yaitu AM dan JM memperdaya korbannya dengan berbagai mata uang. Sejumlah mata uang yang disita polisi adalah won Korea sebanyak 9.800 lembar pecahan 5.000 dan 2.100 lembar pecahan 1 juta euro.

Kemudian, obligasi Tiongkok 100 lembar senilai 1 triliun, pecahan 1.000 ada 200 lembar, pecahan 1 juta ada 300 lembar, pecahan 5.000 ada 100 lembar, dan pecahan 1 juta triliun 2.000 lembar. Untuk itu, kata Helmy, pihaknya sedang menggali lokasi pembuatan mata uang asing tersebut.

“Ini yang digunakan sebagai alat untuk melakukan aksinya. Para pelaku menjanjikan uang ini bisa dicairkan, tapi untuk bisa mencairkan ini beberapa kali para pelaku meminta sejumlah uang kepada korban untuk mengurus administrasi,” katanya.

Sebelumnya diberitakan, Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri menangkap dua orang tersangka kasus penipuan investigasi obligasi dragon asal China, yakni inisial AM dan JM. Untuk pelaku AM, dikenal sebagai orang pintar karena ditemukan beberapa barang sesajen seperti dupa saat ditangkap.

Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri, Brigjen Helmy Santika menjelaskan kedua orang pelaku ditangkap di lokasi yang berbeda yakni Tegal, Jawa Tengah dan Cirebon Kota, Jawa Barat.

“Perkara ini tentang obligasi. Sebagaimana diketahui, obligasi adalah surat utang yang diperjualbelikan, tapi di sini dijadikan alat untuk menipu,” kata Helmy.(Din)

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

DPR

Sekjen DPR RI : Kompleks Parlemen Selalu Melakukan Seterilisasi

Diterbitkan

Pada

Sekjen DPR RI : Kompleks Parlemen Selalu Melakukan Seterilisasi
Baca Berita

Ekonomi

Presiden: WTP atas LHP LKPP, Capaian yang Baik di Tengah Tahun yang Berat

Diterbitkan

Pada

Penulis

Presiden: WTP atas LHP LKPP, Capaian yang Baik di Tengah Tahun yang Berat
Presiden Joko Widodo (ist/net)
Baca Berita

Nasional

Perhatian! KKP Siapkan Formasi CPNS untuk 200 Orang Penyuluh Perikanan

Diterbitkan

Pada

Perhatian! KKP Siapkan Formasi CPNS untuk 200 Orang Penyuluh Perikanan
Baca Berita
Loading...