Connect with us

Ekonomi

BPKH siap kembalikan Dana Jamaah Haji yang ingin Tarik Dananya Dan Daftar Antrian Hilang

Diterbitkan

Pada

BPKH siap kembalikan Dana Jamaah Haji yang ingin Tarik Dananya Dan Daftar Antrian Hilang
image_pdfimage_print

Realitarakyat.com- Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) mengaku siap mengembalikan dana calon jamaah haji yang ingin menarik kembali dananya setelah pembatalan haji 2021.

“Pada prinsipnya kami akan mengembalikan permintaan untuk pembatalan dan pencairan, karena ini uangnya jamaah kami harus layani,” ujar Kepala BPKH Anggito Abimanyu dalam webinar terkait dana haji di Jakarta, Senin(7/6/2021).

Kendati demikian, ia mengingatkan bagi calon jamaah haji yang menarik dana hajinya bakal kehilangan antrean pemberangkatan haji.

“Kalau ditarik tentu akan mengakibatkan kehilangan antrean, proses awal lagi. Jadi memang ada konsekuensinya,” ucapnya.

Anggito mengakui, beberapa calon jamaah haji ada yang melakukan penarikan dananya, namun masih dalam tahap wajar.

“Tidak ada tumpukan penarikan dana. Jamaah lunas tunda reguler sebanyak 196.865 jamaah, kemudian yang membatalkan itu kira-kira 600-an jamaah, angka terus bergerak, jadi kurang lebih 0,3 persen. Jadi relatif masih terkelola dengan baik,” paparnya.

Ia mengimbau calon jamaah haji untuk tetap menempatkan dananya di BPKH atau di bank syariah yang ditunjuk oleh BPKH karena ada nilai manfaatnya.

“Kami mengelola dengan baik dan nilai manfaatnya juga bisa dirasakan oleh jamaah tunggu dalam bentuk virtual account,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Anggito juga mengatakan bahwa hampir separuh dari biaya pemberangkatan haji disubsidi oleh BPKH melalui pengelolaan dana manfaat jamaah haji.

Ia menambahkan rata-rata biaya pemberangkatan haji sebesar Rp70 juta. Namun, jamaah hanya membayar tunainya sebesar Rp35 juta

“BPKH itu diberikan amanah untuk mensubsidi, mencarikan dana untuk mensubsidi biaya riil jamaah haji waktu berangkat. Seperti banyak diketahui bahwa biaya riil Haji atau BPIH (Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji) itu Rp70 juta. Jadi sisanya itu memang harus dicarikan dari sumber-sumber pengembangan dana haji oleh BPKH,” paparnya.

Anggito mengemukakan, alokasi investasi ditujukan kepada investasi dengan profil risiko “low to moderate”. Sebesar 90 persen investasinya dalam bentuk surat berharga syariah negara dan sukuk korporasi.

“Tentu masih ada investasi-investasi lain yang seluruh profil risiko yang low to moderate,” tegasnya.

Dalam melakukan investasi dana haji, ia menambahkan, BPKH juga sudah mendapatkan izin dari pemilik dana.

“Sudah ada izin dalam bentuk surat kuasa atau akad wakalah dari jamaah haji kepada BPKH sebagai wakil yang sah dari jamaah untuk menerima setoran, mengembangkan dan memanfaatkan untuk keperluan jamaah haji melakukan perjalanan ibadah haji,” paparnya.(Din)

 

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ekonomi

Mendag: Kinerja Ekspor Mei 2021 Capai Rp238,2 Triliun

Diterbitkan

Pada

Penulis

Mendag: Kinerja Ekspor Mei 2021 Capai Rp238,2 Triliun
Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi (ist/net)
Baca Berita

Ekonomi

Faisol: Penyelamatan Garuda Penting Agar Cerita Sedih Merpati Tak Terulang

Diterbitkan

Pada

Faisol: Penyelamatan Garuda Penting Agar Cerita Sedih Merpati Tak Terulang
Baca Berita

DPR

DPR Minta Budidaya Porang di Jatim Makin Meningkat

Diterbitkan

Pada

DPR Minta Budidaya Porang di Jatim Makin Meningkat
Baca Berita
Loading...