Connect with us

Ekonomi

BPK Temukan Pelaksanaan Belanja Program PEN 2020 yang Bermasalah

Diterbitkan

Pada

BPK Temukan Pelaksanaan Belanja Program PEN 2020 yang Bermasalah
image_pdfimage_print

Realitarakyat.com – Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menemukan pelaksanaan belanja program pemulihan ekonomi nasional (PEN) 2020 sebesar Rp9 triliun ‘bermasalah’. Hal ini khususnya terjadi di 10 kementerian/lembaga (k/l).

“Pengendalian pelaksanaan belanja program PC-PEN Rp9 triliun pada 10 k/l belum memadai,” ungkap Ketua BPK Agung Firman dalam keterangan resmi, dikutip Selasa (22/6).

Temuan ini masuk dalam Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) 2020. Selain soal penggunaan anggaran PEN di 10 K/L, BPK juga menyatakan mekanisme pelaporan kebijakan keuangan dalam penanganan dampak pandemi Covid-19 pada LKPP belum disusun.

Selain itu, realisasi insentif dan fasilitas perpajakan dalam penanganan pandemi Covid-19 pada 2020 yang minimal sebesar Rp1,69 triliun tak sesuai ketentuan. Lalu, realisasi pengeluaran pembiayaan 2020 yang sebesar Rp28,75 triliun dalam PEN tak dilakukan secara bertahap.

“Dalam hasil pemeriksaannya, BPK menyimpulkan bahwa efektivitas, transparansi, akuntabilitas, dan kepatuhan pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara dalam kondisi pandemi covid-19 tidak sepenuhnya tercapai,” jelas Agung.

Ada tiga alasan yang membuat BPK menyimpulkan hal tersebut.

Pertama, alokasi anggaran PEN dalam APBN belum teridentifikasi dan terkodifikasi secara menyeluruh.

Selain itu, realisasi anggaran PEN belum sepenuhnya disalurkan sesuai yang direncanakan. Kedua, pertanggungjawaban dan pelaporan PEN, termasuk pengadaan barang dan jasa belum sepenuhnya sesuai dengan peraturan.

Ketiga, pelaksanaan program dan kegiatan manajemen bencana penanganan pandemi Covid-19 tidak sepenuhnya efektif.[prs]

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Daerah

Papua Dapat Bantuan 50 Unit Konsentrator Oksigen dari Kemenko Perekonomian

Diterbitkan

Pada

Penulis

Papua Dapat Bantuan 50 Unit Konsentrator Oksigen dari Kemenko Perekonomian
Ketua Harian Satgas Pencegahan dan Penanganan COVID-19 Provinsi Papua Welliam R. Manderi (ist/net)
Baca Berita

Ekonomi

Selama Tak Ada Anomali Cuaca, Kemarau Tahun Ini Masih Aman untuk Produksi Pangan

Diterbitkan

Pada

Penulis

Selama Tak Ada Anomali Cuaca, Kemarau Tahun Ini Masih Aman untuk Produksi Pangan
ilustrasi (ist/net)
Baca Berita

Ekonomi

Dukung Penanganan COVID-19, Wamenkeu: Pemda Telah Sisihkan Rp25,46 Triliun

Diterbitkan

Pada

Penulis

Dukung Penanganan COVID-19, Wamenkeu: Pemda Telah Sisihkan Rp25,46 Triliun
Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara (ist/net)
Baca Berita
Loading...