Besok Sri Sultan Hamengku Buwono X dan Airlangga Akan Bertemu

  • Bagikan
Besok Sri Sultan Hamengku Buwono X dan Airlangga Akan Bertemu
image_pdfimage_print

Realitarakyat.com – Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono X, bertemu secara virtual dengan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto.

Lantas apa yang akan dibahas pada pertemuan virtual, Minggu (20/6/2021) nanti?

Kabag Humas dan Informasi Pemda DIY, Ditya Nanaryo Aji, menyatakan akan berlangsung pertemuan antara Sri Sultan dengan Airlangga, dengan format video conference.

Namun, kepemimpinan video conference itu tidak hanya mengundang Sri Sultan saja.

Airlangga Hartarto yang juga sebagai Ketua Komite Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) sengaja mengundang sejumlah kepala daerah untuk membahas kasus Covid-19 akhir-akhir ini.

“Besok Sri Sultan akan mengikuti Konferensi Video bersama dengan kepala daerah lainnya. Saya tidak menghitung berapa kepala daerah yang diundangkan tapi singkat saja, se-Jawa dan Bali diundang,” ujar Ditya di Yogyakarta, Sabtu (19/). 6/2021).

Airlangga sebagai Ketua KPCPEN tengah membahas langkah maju yang harus diambil pemerintah untuk menekan angka pertumbuhan kasus Corona yang melonjak luar biasa.

“Memang ini yang diundang adalah provinsi-provinsi dengan peningkatan kasus yang tajam. Gubernur nanti akan memaparkan bagaimana kondisi Covid-19 di Yogyakarta dan juga layanan kesehatan yang ada saat ini,” tuturnya.

Ditya menambahkan, DIY diakuinya, menjadi salah satu sorotan akibat ledakan kasus dalam sepekan terakhir.

Bahkan DIY menduduki peringkat keempat nasional setelah DKI Jakarta, Jawa Barat dan Jawa Timur soal penambahan angka positif setiap hari.

“Nanti Ngarsa Dalem juga akan memaparkan kondisi fasilitas kesehatan yang ada, termasuk BOR (Bed Occupancy Rate) yang meningkat,” jelasnya.

Satgas Covid-19 DIY mencatat kembali pemecahan rekor baru penambahan kasus terkonfirmasi positif.

Pada Sabtu sore, Satgas melaporkan penambahan 638 kasus baru.

Angka ini merupakan rekor terbesar sejak pandemi menerjang Yogyakarta di bulan Maret setahun silam.

Dari jumlah 638 kasus itu, Kabupaten Sleman menjadi penyumbang terbanyak dengan 208 kasus baru.

Disusul Kabupaten Bantul dengan 198 kasus, dan Gunungkidul yang melonjak dengan 110 kasus baru.

“Nah, nanti dalam video conference tersebut, akan diputuskan bersama apa yang harus dilakukan pemerintah pusat dan juga daerah untuk menekan angka Covid-19,” tandas Ditya yang juga anggota Satgas Covid-19 DIY.(ilm)

  • Bagikan