Berbagai Penyebab Gigi Keropos, Ini Cara Tepat Mengatasinya

  • Bagikan
Berbagai Penyebab Gigi Keropos, Ini Cara Tepat Mengatasinya
image_pdfimage_print

Realitarakyat.com – Apa yang Anda tahu tentang gigi keropos? Bila sering mengeluhkan gejala sakit gigi, seperti gigi sensitif dan mudah patah, bisa jadi ini tanda bahwa gigi mulai keropos.

Pengeroposan gigi tidak boleh dianggap remeh dan harus segera ditangani. Lantas, apa penyebab gigi keropos dan bagaimana cara mengatasinya? Yuk, cari tahu jawabannya dalam ulasan berikut.

Apa itu gigi keropos?
Kondisi pengeroposan gigi mirip dengan kondisi gigi berlubang (karies) pada umumnya. Bedanya, lubang di gigi karena pengeroposan keropos terbentuk di lapisan tengah gigi (dentin). Sementara karies gigi biasanya terjadi di lapisan paling luar (enamel) dari struktur gigi.

Lubang dan kerusakan gigi akibat karies bisa terlihat jelas dari luar dengan mata telanjang. Namun, gigi yang keropos mungkin akan tampak baik-baik saja. Pengeroposan gigi umumnya tidak bisa dilihat dengan mata telanjang, sehingga perlu pemeriksaan di dokter gigi.

Kondisi ini akan membuat gigi Anda seolah tampak sehat di luar, tapi sebenarnya kopong atau keropos di bagian dalam. Hanya ketika dirontgen dengan bantuan sinar X-lah, baru terlihat adanya lubang-lubang kecil di lapisan tengah gigi.

Terjadinya pengeroposan gigi yang sulit dideteksi melalui pengamatan langsung ini dikenal dengan istilah hidden caries dalam dunia kedokteran gigi, seperti dikutip dari International Dental Journal.

Bagaimana proses terjadinya gigi keropos?
Tidak diketahui pasti apa penyebab gigi keropos. Namun, para peneliti menduga bahwa kerusakan enamel, infeksi bakteri tertentu, dan penggunaan fluoride berlebihan bisa jadi penyebabnya.

Pengeroposan awalnya diduga mulai terjadi dari lubang kecil tak kasat mata di permukaan gigi. Meski amat sangat kecil, lubang tersebut tetap memungkinkan bakteri untuk masuk ke lapisan dalam gigi.

Dikutip dari MedlinePlus, hal ini terjadi ketika bakteri di mulut membuat asam yang menyerang email. Lubang pada gigi yang tidak dirawat juga dapat menyebabkan rasa sakit, infeksi, keropos, juga kehilangan gigi.

Kemudian lambat laun lubang kecil tersebut tertutup setelah menggunakan pasta gigi yang mengandung fluoride secara berkelanjutan. Inilah yang diduga menyebabkan lubang terbentuk di dalam gigi dan tidak terlihat dari bagian luar.

Lubang yang semula kecil dapat semakin membesar dan menyebar ke bagian pulpa gigi. Pulpa adalah bagian terdalam dari gigi yang terdiri dari pembuluh darah dan serabut saraf.

Kerusakan di bagian ini dapat menyebabkan gigi sensitif, ngilu, infeksi, hingga gigi tanggal. Bila dibiarkan terus, kondisi ini tidak hanya menyebabkan gigi keropos, tetapi juga kerusakan gigi yang parah.

Berbagai faktor penyebab gigi keropos
Tanpa disadari, ada banyak kebiasaan sehari-hari yang bisa memicu pengeroposan gigi. Pada dasarnya, semua hal yang menjadi penyebab gigi berlubang atau karies juga dapat memicu serta menyebabkan terjadinya gigi keropos. Beberapa di antaranya, seperti:

1. Kebersihan gigi yang buruk

Mulut yang kotor merupakan penyebab utama kemunculan plak di bawah garis gusi, permukaan gigi, dan sela-sela gigi. Plak adalah lapisan tipis dan lengket yang dipenuhi oleh jutaan bakteri.

Bila Anda malas menyikat gigi dan tidak mengindahkan perawatan gigi dengan benar, maka plak akan terus terbentuk dan menumpuk. Plak yang terus menumpuk ini lama-lama dapat berkembang menjadi karang gigi sehingga menyebabkan gigi busuk dan keropos.

2. Makanan dan minuman asam

Salah satu penyebab gigi keropos adalah paparan asam dari makanan dan minuman yang Anda konsumsi setiap hari. Salah satu fungsi air liur secara alami akan menetralkan asam di mulut untuk melindungi gigi Anda.

Namun, bila Anda terlalu banyak mengonsumsi makanan dan minuman asam, enamel dan dentin akan terkikis perlahan. Kondisi ini diperparah bila Anda termasuk malas menyikat gigi.

Mengonsumsi segala yang manis-manis juga dapat menyebabkan hal serupa. Ketika mengonsumsi makanan manis, bakteri di dalam mulut akan menghasilkan asam. Nah, asam inilah yang dapat menyebabkan kerusakan pada gigi Anda.

Dikutip dari American Dental Association, beberapa jenis makanan dan minuman yang dapat menimbulkan kerusakan gigi, di antaranya:

– Makanan manis dengan kandungan gula tinggi, misalnya permen
– Buah-buahan asam, seperti jeruk dan lemon
– Makanan dengan tekstur lengket, seperti manisan buah
– Makanan dengan kandungan pati tinggi, seperti keripik kentang
– Es batu dapat merusak lapisan enamel gigi
– Kopi dan teh yang mengandung kafein
– Minuman berkarbonasi
– Minuman beralkohol
– Minuman olahraga

3. Mulut kering

Mulut kering (xerostomia) ternyata juga bisa jadi faktor pemicu serta penyebab gigi keropos. Kondisi ini disebabkan karena tubuh Anda, terutama kelenjar saliva menghasilkan air liur yang sedikit. Padahal, air liur penting untuk menjaga kelembaban mulut dan membantu membersihkan sisa-sisa makanan yang menempel di permukaan gigi.

Di sisi lain, senyawa dalam air liur Anda juga berperan untuk melawan asam dan bakteri yang menyerang gigi. Selama dan setelah Anda mengonsumsi makan makanan yang asam, air liurlah membantu menetralkan asam di mulut. Inilah alasan kenapa mulut yang kering dapat meningkatkan berbagai risiko kerusakan pada gigi.

4. Riwayat penyakit asam lambung

Kesehatan sistem pencernaan nyatanya juga memengaruhi kesehatan gigi dan mulut Anda. Bagi Anda yang punya riwayat GERD atau maag, naiknya asam lambung dapat menyebabkan kerusakan gigi.

Asam lambung yang naik ke mulut dapat mengikis lapisan terluar maupun terdalam gigi Anda. Selain menyebabkan keroposnya gigi, kondisi ini juga dapat menyebabkan kerusakan gigi lainnya, misalnya bau mulut, gigi sensitif, dan gigi berlubang.

5. Bulimia

Gangguan pola makan seperti bulimia juga dapat menjadi faktor penyebab gigi keropos. Bulimia adalah suatu kondisi ketika seseorang mengalami ketakutan luar biasa akan kegemukan. Akibatnya, orang dengan kondisi ini lebih sering memuntahkan makanan dan minuman yang baru dikonsumsinya.

Tak hanya mengganggu sistem pencernaan, kebiasaan memuntahkan makanan dengan paksa juga dapat menyebabkan kerusakan yang serius pada gigi. Cairan yang dimuntahkan penderita bulimia mengandung asam yang bersifat korosif. Semakin sering dan lama gigi terkena asam lambung, maka akan semakin rapuh dan keropos.

6. Obat-obatan tertentu

Gigi keropos juga dapat disebabkan karena Anda mengonsumsi obat bebas maupun dengan resep dokter. Beberapa jenis obat dapat menyebabkan kerusakan gigi dan memiliki efek samping seperti mulut kering. Nah, efek samping inilah yang membuat Anda lebih rentan mengalami gigi keropos.

Jenis obat yang bisa jadi penyebab mulut kering di antaranya obat pereda nyeri, antidepresan, antihistamin, antasida, dan obat hipertensi.

7. Menyusu sambil tidur

Kebiasaan menyusu sambil tidur memang dapat membuat anak kecil cepat tidur. Sayangnya, kebiasaan satu ini juga dapat meningkatkan risiko gigi keropos dan karies pada anak-anak. Kenapa?

Ketika anak menyusu sambil tidur, gula dalam susu akan menempel di giginya dalam waktu yang lama. Gula ini kemudian akan diubah menjadi asam oleh bakteri jahat di dalam mulut.

Maka dari itu, permukaan gigi yang terus-terusan terpapar asam inilah yang dapat menyebabkan gigi anak keropos.

Beberapa cara mengatasi gigi keropos
Kondisi keroposnya gigi hanya bisa diketahui lewat prosedur rontgen gigi. Maka dari itu, Anda sebaiknya rutin melakukan pemeriksaan ke dokter gigi minimal enam bulan sekali untuk mengetahui kondisi kesehatan gigi dan gusi. Dokter akan memeriksa kondisi gigi Anda dan menyarankan pengobatan yang tepat untuk Anda.

Selain itu, berikut beberapa cara memperkuat gigi guna mencegah timbulnya pengeroposan yang biasanya disarankan oleh dokter:

– Mengurangi makanan dan minuman yang terlalu asam atau manis.
– Menggunakan sedotan ketika minum minuman berkafein atau bersoda.
– Mengunyah permen karet bebas gula setelah makan. Permen karet dapat membantu produksi air liur untuk membilas asam yang terbentuk pada mulut setelah makan.
– Menunggu setidaknya satu jam setelah mengonsumsi makanan atau minuman asam sebelum menyikat gigi. Hal ini dapat memberi waktu bagi gigi Anda untuk membangun kandungan mineral kembali.
– Menyikat gigi dengan benar dan rutin dua kali sehari pada pagi setelah sarapan dan malam sebelum tidur.
– Menyikat gigi secara perlahan dengan jenis sikat gigi berbulu halus.
– Menggunakan benang gigi (dental floss) dan obat kumur.
– Banyak minum air putih untuk merangsang produksi air liur.

Gigi keropos dapat menyebabkan kerusakan gigi parah, bahkan jadi lebih mudah tanggal atau copot sebelum waktunya. Jangan sepelekan kondisi ini dan segera konsultasikan ke dokter apabila menemui masalah pada gigi Anda. (ndi)

 

 

sumber: hellosehat

  • Bagikan