Connect with us

Nasional

BEM UI Sebut Jokowi Raja Membual

Diterbitkan

Pada

BEM UI Sebut Jokowi Raja Membual
image_pdfimage_print

Realitarakyat.com – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia (UI) menjuluki Presiden Joko Widodo dengan sebutan The King of Lip Service alias Raja Membual. Julukan itu diberikan kepada Jokowi karena dinilai sering mengobral janji manis yang kerap tidak direalisasikan.

“Jokowi kerap kali mengobral janji manisnya, tetapi realitanya sering kali juga tak selaras. Mulai dari rindu didemo, revisi UU ITE, penguatan KPK, dan rentetan janji lainnya,” tulis BEM UI melalui akun Twitter resmi @BEMUI_Official, dikutip Minggu (27/6/2021). Kritik yang sama juga dimuat situs resmi BEM UI.

Melalui serangkaian gambar yang diunggah dalam cuitan tersebut, BEM UI salah satunya menyoroti pernyataan Jokowi bahwa dirinya rindu didemo dan meyakini pemerintah perlu dikontrol dengan cara didemo. Pernyataan itu disampaikan ketika Jokowi masih menjabat Wali Kota Solo.

BEM UI kemudian menyinggung berbagai kejadian yang menimpa massa demonstrasi di bawah kepemimpinan Jokowi. Mulai dari tindak kekerasan terhadap massa aksi demo omnibus law Cipta Kerja, aksi Hari Buruh 2021, sampai Hari Pendidikan Nasional 2021.

 

Kemudian, BEM UI menyoroti pernyataan Jokowi pada Februari lalu yang mendorong revisi UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) jika dirasa tidak memberi keadilan.

“Namun bukannya memberikan jaminan berdemokrasi, rencana revisi tersebut kian merepresi kebebasan berekspresi dengan ditambahkannya sederet pasal karet,” ujar BEM UI.

BEM UI juga menilai Jokowi hanya mengumbar janji manis ketika menjanjikan akan memperkuat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Jokowi justru dinilai memperlemah KPK dengan revisi UU KPK dan sejumlah kontroversi yang menyelimuti instansi tersebut.

Selanjutnya terkait UU No. 11 Tahun 2020, BEM UI menagih pernyataan Jokowi yang mempersilakan masyarakat menguji omnibus law tersebut ke Mahkamah Konstitusi.

Sementara dalam sidang MK pertengahan Juni ini, Jokowi melalui perwakilannya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto meminta majelis hakim MK menolak seluruh gugatan terkait UU Cipta Kerja.

“Semua mengindikasikan bahwa perkataan yang dilontarkan tidak lebih dari sekedar bentuk ‘lip service’ semata,” ucap BEM UI.

Di Twitter sendiri, kicau BEM UI mendapat beragam respons dari netizen. Hingga pukul 14.48 kicau tersebut telah mendapat 6.230 retweet dan ribuan komentar.

Ada yang mengkritik balik pernyataan tersebut, tak sedikit yang mengapresiasinya. Salah satu akun menyebut kritik yang disampaikan BEM UI sebagai sebuah keberanian di era buzzer sewaan.

Netizen lain yang tak setuju mempertanyakan kicau BEMUI tersebut. Ia bahkan menyindir lewat pertanyaan apa beda BEM UI dengan salah satu ormas terlarang HTI.[prs]

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Nasional

MUI: Penetapan PPKM Perlu Ada Pengamatan, Tak ‘Gebyah Uyah’

Diterbitkan

Pada

Penulis

MUI: Penetapan PPKM Perlu Ada Pengamatan, Tak 'Gebyah Uyah'
Ketua Umum MUI KH. Miftachul Akhyar (ist/net)
Baca Berita

DPR

Ketua DPR: Seruan Presiden untuk ASN Jadi Era Baru Pelayanan Publik

Diterbitkan

Pada

Penulis

Ketua DPR: Seruan Presiden untuk ASN Jadi Era Baru Pelayanan Publik
Ketua DPR RI, Puan Maharani (ist/net)
Baca Berita

Headline

Data BRI Life Diretas dan Dijual di Internet

Diterbitkan

Pada

Penulis

Data BRI Life Diretas dan Dijual di Internet
Pakar keamanan siber Pratama Persadha (ist/net)
Baca Berita
Loading...