Connect with us

Daerah

Antisipasi Terjadinya Konflik, Bupati Loteng Kukuhkan Tim Mediasi

Diterbitkan

Pada

Antisipasi Terjadinya Konflik, Bupati Loteng Kukuhkan Tim Mediasi
image_pdfimage_print

Realitarakyat.com – Pengurus Bale Mediasi masa jabatan 2021 – 2026 yang di gagas Pemerintah Kabuapten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) yang beranggotakan perwakilan tokoh agama, masyarakat, pemuda di kukuhkan Bupati setempat HL Pathul Bahri.

Bupati Loteng, HL. Pathul Bahri, ketika melakukan pengukuhan mengatakan saat ini program yang sudah dirancang oleh beberapa OPD banyak yang perlu disempurnakan. Untuk bisa menjalankan berbagai program di 100 hari kerjanya itu, pihaknya membutuhkan bimbingan untuk melengkapi berbagai kegiatan, khususnya di Bale Mediasi.

“Bale Mediasi ini penting untuk menyelesaikan persoalan dengan musyawarah mufakat. Karena memang yang bisa mengalahkan hukum itu adalah perdamaian. Dan sebelum masuk APH, diharapkan bisa dimediasi dulu oleh Bale Mediasi ini. Dengan harapan bisa mengurangi persoalan di tengah masyarakat,” katanya Senin (14/06/2021) di kantornya.

Pathul mengakui, capaian 100 hari kerja akan menjadi bahan evaluasi jajaran OPD yang diberikan amanah dalam membuat program 100 hari kerja itu. Sejauh mana mereka bisa realisasikan dengan baik apa yang diprogramkan, sebab jika tidak bisa berjalan dengan baik maka tentu akan menjadi persoalan
setius karena masyarakat selalu menanti program 100 harinya. Melalui program ini kami bisa melihat bagaimana kinerja OPD untuk ke depan jadi bahan pertimbangan juga dilakukan  mutasi dan lainnya. “Kemampuan OPD dalam menjalankan fungsi program 100 hari yang sudah di buat menjadi barometer mutasi,” sebutnya.

Sementara itu, Ketua Bale Mediasi Loteng Lalu Suhardi menegaskan,  bahwa balai mediasi adalah salah satu wadah yang dibentuk dengan tujuan bisa menyelesaikan persoalan secara restorative justice atau penyelesaian sengketa yang timbul di tengah masyarakat dengan cara musyawarah. Terlebih,  penyelesaian permasalahan seperti ini sudah jadi tradisi lama masyarakat suku sasak. Pihaknya pun berharap, peninggalan leluhur ini bisa terus diperkuat melalui wadah ini.

“Suku Sasak sudah begitu lama mengenal dan memperaktekkan mediasi itu, jika terjadi sengketa. Bahkan hal itu sudah mulai pada abad 9. Mediasi lahir dari budaya yakni budaya Sasak yang bertumpu pada norma dan nilai agama yang dianut dan diaplikasikan setiap hari dalam bentuk sikap dan perilaku,” katanya.

Menurutnya, model penyelesaian masalah yang akan dilakukan ke depan setelah dirinya mencoba berkonsultasi dengan tokoh masyarakat dan tokoh  agama, melalui tiga tingkatan. Yang pertama, jika terjadi konflik di internal keluarga maka oleh orang tua menyerahkan persoalannya ke yang berkonflik atau mediasi para pihak. Kedua, ketika sengketa lebih luas diantara keluarga, maka dibutuhkan satu mediator yang punya karisma yang berkonflik.

Hanya saja yang sering terjadi saat ini adalah konflik yang melibatkan komponen yang lebih luas. Sehingga untuk menyelesaikan persoalan itu memang dibutuhkan mediator dari kedua belah pihak dan tokoh.

“Dengan adanya Bale mediasi ini, diharapkan ke depan bisa menyelesaikan persoalan yang ada di tengah masyarakat,” tambahnya.(LS)

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Daerah

Gubernur NTB, Akan Bagikan Bantuan Paket Sembako Untuk PKL

Diterbitkan

Pada

Penulis

Gubernur NTB, Akan Bagikan Bantuan Paket Sembako Untuk PKL
Baca Berita

Daerah

Pemprov NTB Launching Digitalisasi Pariwisata Di Lombok Tengah

Diterbitkan

Pada

Penulis

Pemprov NTB Launching Digitalisasi Pariwisata Di Lombok Tengah
Baca Berita

Daerah

Gagas Vaksinasi  Goes To Campus, Gubernur NTB Dukung Penuh Langkah Kapolda NTB

Diterbitkan

Pada

Penulis

Gagas Vaksinasi  Goes To Campus, Gubernur NTB Dukung Penuh Langkah Kapolda NTB
Baca Berita
Loading...