AHY Dituding Dalang Penggerak Massa Demo, Andi Arief : Itu Hoaks

  • Bagikan
AHY Dituding Dalang Penggerak Massa Demo, Andi Arief : Itu Hoaks
image_pdfimage_print

Realitarakyat.com – Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dituding sebagai dalang yang mengerahkan massa simpatisan Habib Rizieq Shihab ke Pengadilan Negeri Jakarta Timur pada Kamis, 24 Juni 2021 kemarin.

Berbagai tudingan itu beredar melalui meme di media sosial.

AHY disebut-sebut menjadi dalang pengumpulan massa lantaran apabila tanpa Habib Rizieq, suara Partai Demokrat akan jatuh.

Tak tinggal diam AHY dilibatkan dengan demonstran massa Habib Rizieq, politisi Partai Demokrat Andi Arief pun angkat bicara.

Cuitan Andi Arief. Twitter @Andiarief_

“Partai Demokrat tidak akan membiarkan ketidakadilan terjadi. Tentu dengan cara dan upaya yang selama ini sering kami lakukan,” katanya seperti dikutip Redaksi dari akun Twitter pribadinya @Andiarief__ pada Jumat, (25/6/2021).

Menurut Andi Arief, tudingan kepada AHY tersebut berita bohong. Lantas dia pun menyinggung “kakak pembina” yang masih berusaha merusak Partai Demokrat.

“Meme di bawah ini disebar oleh pelaku kambuhan dan baru di sosmed kontennya hoaks. Upaya merusak partai yg dilakukan Kakak Pembina masih belum berakhir,” ujarnya.

Diketahui sebelumnya, ratusan massa simpatisan Habib Rizieq Shihab berdatangan ke Pengadilan Negeri Jakarta Timur untuk menyaksikan sidang putusan Habib Rizieq.

Namun terjadi bentrok dengan aparat.

Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Pol Erwin Kurniawan mengungkapkan aksi massa Habib Rizieq menceburkan kendaraan milik salah satu polisi ke sungai sehingga mengakibatkan terjadi bentrokan.

Erwin Kurniawan menilai aksi massa Habib Rizieq tersebut sebagai upaya memprovokasi aparat kepolisian sehingga terjadi kericuhan di sekitar lokasi kejadian.

“Sebenarnya tadi ada kendaraan anggota yang sempat dimasukkan ke sungai oleh pengunjuk rasa sehingga menimbulkan sedikit kericuhan,” katanya seperti diberitakan sebelumnya

Meski sempat terjadi ketegangan, tetapi kedua pihak baik dari kepolisian dan massa simpatisan Habib Rizieq bisa menahan diri.

“Masing-masing pihak bisa menahan diri, itu bisa dihentikan. Kami negosiasi dengan koordinatornya, tapi karena keinginannya tidak bisa kami akomodir maka tentu kami sampaikan itu tidak bisa kami akomodir,” tuturnya.

Erwin Kurniawan menegaskan bahwa pengamanan dari personel kepolisian bertujuan untuk mencegah penyebaran Covid-19 yang diakibatkan oleh adanya kerumunan massa.

“Hal ini tentu harus dipahami bahwa menjaga jarak agar tidak terjadi kerumunan adalah hal utama menjaga warga masyarakat sehingga tidak terpapar Covid-19 itu yg menjadi dasar utama,” ujarnya.(Din)

  • Bagikan