Warga Serbu Pondok Indah Mall Gegara Sempat Viral di Medsos Lantai Kaca Transparan

  • Bagikan
Warga Serbu Pondok Indah Mall Gegara Sempat Viral di Medsos Lantai Kaca Transparan
image_pdfimage_print

Realitarakyat.com – Lantai kaca transparan menjadi daya tarik Pondok Indah Mall III (PIM III) untuk menjadi tempat tujuan masyarakat saat hari pertama libur Lebaran 2021 . Komplek PIM III milik PT Metropolitan Kentjana Tbk yang baru saja diresmikan berselang empat hari sebelum Ramadhan langsung mencuri perhatian.

Dari pantauan MNC Portal Indonesia pada pukul 17.00 WIB atau setelah beberapa jam sholat Ied, warga ramai-ramai mengunjungi salah satu kawasan perbelanjaan elite di Jakarta Selatan tersebut.

Rizki, salah satu warga Pamulang, Tangerang Selatan mengaku mengunjungi PIM III bersama keluarganya. Kedatangan mereka untuk membeli sejumlah keperluan rumah tangga.

Meski begitu, proses transaksi bukan saja menjadi alasan utama Rizki dan keluarga menghabiskan waktu saat libur lebaran tahun ini. Dia mengakui, sejumlah gerai dan spot baru yang tersedia di mal cukup mencuri perhatiannya.

Tercatat, lelaki berusia 39 tahun itu sudah tiga kali mendatangi bisnis properti milik emiten dengan kode saham MKPI.

“Untuk mal baru pondok indah ini sudah tiga kali ke sini. Ya, selain belanja, salah satu yang dicari adalah spot bisa ngerasain atmosfer (lantai kaca tembus pandang), bisa ngerasain berdiri di atas kaca dengan ketinggian 20 meter ini,” ujar dia di Jakarta, Kamis (13/5/2021).

Spot baru yang disajikan manajemen Metropolitan Kentjana cukup mencuri perhatiannya. Dari pantauan di lokasi, sejumlah pengunjung yang lebih dulu tiba terlihat mengambil gambar atau berswafoto di lantai kaca tersebut.

Bahkan, petugas harus mengatur skema tertentu agar penerapan protokol kesehatan dengan jaga jarak bisa diterapkan penjungu di spot tersebut. Hal ini yang membuat antrian pengunjung.

Sebelumnya Vice President Director Metropolitan, Kentjana Jeffry S mengutarakan, usai peresmian dilakukan peningkatan kunjungan ke mal Puri Indah itu belum terjadi secara signifikan. Okupansi diprediksi naik saat pekan kedua setelah hari pertama puasa.

“Nanti kita lihat saja karena kalau memang aturan mudik itu tidak diperbolehkan oleh pemerintah, ya mungkin orang-orang yang ada di Jakarta akan banyak yang menghabiskan waktunya mungkin ke mal untuk makan atau belanja, mungkin akan begitu ya,” ujar Jeffry.

Manajemen pun berharap trafik pengunjung mal pada tahun ini akan lebih tinggi dan akan mendorong kinerja perseroan dibandingkan 2020 ketika mal tidak diperbolehkan buka.(Din)

  • Bagikan