Viral Tukang Sate Tidak Mau Nerima Uang Pecahahan Rp 75 Ribu, BI : Itu Uang Asli dan Berlaku Untuk Transaksi

  • Bagikan
Viral Tukang Sate Tidak Mau Nerima Uang Pecahahan Rp 75 Ribu, BI : Itu Uang Asli dan Berlaku Untuk Transaksi
image_pdfimage_print

Realitarakyat.com – Seorang penjual sate yang menolak uang kertas pecahan Rp75.000 sebagai alat pembayaran mendadak viral di media sosial TikTok .

Dalam video di-posting pemilik akun TikTok tasripin_007 itu digambarkan seorang lelaki yang memegang uang pecahan edisi khusus itu. Di hadapannya tampak seorang penjual sate yang menolak menerima uang kertas pecahan Rp75.000.

Si lelaki pemegang uang mengatakan dirinya hendak membayar sate memakai uang Rp75.000. Tak dinyana, penjual sate menolak menerima pembayaran dengan Uang Peringatan Kemerdekaan (UPK) 75 RI itu.

Menyikapi penolakan itu, Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia Erwin Haryono mengatakan, selain untuk koleksi, uang kertas pecahan Rp75.000 sah sebagai alat pembayaran.

“Uang itu dicetak khusus sebagai peringatan kemerdekaan, bisa untuk koleksi tapi juga sah sebagai alat pembayaran,” ujar Erwin, Minggu (16/5/2021).

Erwin menambahkan, uang kertas pecahan Rp75.000 memiliki landasan hukum, yaitu UU Mata Uang. “Uang itu didesain, ditandatangani, dicetak, dan diedarkan bersama oleh pemerintah dan BI,” kata dia.

Dalam postingan di Instagram resmi @bank_indonesia dijelaskan bahwa UPK 75 Tahun RI merupakan alat pembayaran yang sah (legal tender) di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sehingga masyarakat bisa menggunakan tersebut untuk transaksi.

Menunjuk Pasal 23 ayat (1) UU No. 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang diatur bahwa setiap orang dilarang menolak untuk menerima rupiah yang penyerahannya dimaksudkan sebagai pembayaran. Kemudian, dalam Pasal 33 ayat (2) yang menolak untuk menerima rupiah dapat dipidana dengan pidana kurungan paling lama satu tahun dan pidana denda paling banyak Rp200 juta.(Din)

  • Bagikan
Loading...