Connect with us

Ekonomi

UU Ciptaker Pangkas Mata Rantai Birokrasi Izin Usaha, Ini Penjelasan Bahlil Lahadalia

Diterbitkan

Pada

UU Ciptaker Pangkas Mata Rantai Birokrasi Izin Usaha, Ini Penjelasan Bahlil Lahadalia
Menteri Investasi dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia (ist/net)
image_pdfimage_print

Realitarakyat.com – Menteri Investasi dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengatakan bahwa Undang-Undang Cipta Kerja yang sudah disahkan bertujuan memutus mata rantai birokrasi dalam pembuatan izin usaha.

“Saya mau katakan bahwa UU Cipta Kerja yang disahkan pada tahun 2020 lalu, tujuannya adalah untuk memangkas mata rantai birokrasi dalam membuat perizinan usaha,” katanya, di Kupang, NTT, Sabtu (22/5/2021).

Hal ini disampaikannya saat memberikan Kuliah Umum di depan 200 mahasiswa Universitas Citra Bangsa (UCB) dengan tema “Tantangan dan Peluang Lulusan Perguruan Tinggi Dalam Menghadapi Tuntutan Kompetensi Dunia Usaha dan Dunia Industri di Era Revolusi 4.0”.

Bahlil menjelaskan bahwa keberadaan UU Cipta Kerja itu justru memberikan kesempatan kepada semua orang untuk bisa membuka usaha tanpa harus melewati proses yang panjang dan melelahkan.

“Dulu waktu mau buat izin usaha, jangankan ketemu kepala dinas, ketemu kepala bagian saja susah sekali diputar-putar baru dapat tanda tangan kepala dinas,” tambah dia.

Setelah melewati kepala dinas ujar dia, yang membuat izin usaha beralasan bahwa yang membawa cap surat tidak ada di tempat sehingga harus menunggu lagi, begitu pula yang akan memberikan nomor surat.

“Tetapi sekarang dengan UU Cipta Kerja semua orang berhak untuk menjadi pengusaha dengan mendaftar menjadi pengusaha hanya melalui sistem OSS,” tambah dia.

Ia pun mengajak seluruh mahasiswa di UCB Kupang untuk berani menjadi pengusaha, karena jika kuliah hanya untuk menjadi pegawai negeri sipil (PNS) atau menjadi TNI, Polri jumlah penerimaannya tidak banyak.

Untuk masuk PNS lanjut dia kuotanya hanya 800 ribu an saja, sementara setiap tahun seluruh universitas mencegah lulusan-lulusan andal dari kampusnya.

Ia menjelaskan dari data yang diperoleh terdapat 16 juta pengangguran, 7 juta eksistensi pengangguran, 2 juta angkatan kerja pertama dan 6 juta PHK karena pandemi.

“Oleh karena itu jalan satu-satunya adalah menjadi pengusaha agar bisa menciptakan lapangan pekerjaan agar bisa merekrut banyak lulusan-lulusan terbaik,” tambah dia.

Apalagi lanjut dia pemerintah sudah memberikan kemudahan dalam hal izin usaha dalam UU Cipta kerja yang sudah disahkan oleh Presiden Joko Widodo itu. (ant/ndi)

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ekonomi

Menkop Lepas 18 Kontainer Kopi Arabica Gayo Ekspor ke AS & Eropa

Diterbitkan

Pada

Penulis

Menkop Lepas 18 Kontainer Kopi Arabica Gayo Ekspor ke AS & Eropa
(ist/net)
Baca Berita

Ekonomi

LPDB Kucurkan Pinjaman Rp10 Miliar ke Koperasi Baitul Qiradh Baburrayyan Aceh

Diterbitkan

Pada

Penulis

LPDB Kucurkan Pinjaman Rp10 Miliar ke Koperasi Baitul Qiradh Baburrayyan Aceh
Direktur Utama LPDB-KUMKM Supomo bersama Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki (ist/net)
Baca Berita

Ekonomi

Kemenkop Dukung Pembenahan Inkop Kartika TNI AD

Diterbitkan

Pada

Penulis

Kemenkop Dukung Pembenahan Inkop Kartika TNI AD
Deputi Perkoperasian KemenkopUKM Ahmad Zabadi
Baca Berita
Loading...