Terlibat Korupsi, Kades Botof Ditahan Jaksa

  • Bagikan
Terlibat Korupsi, Kades Botof Ditahan Jaksa
image_pdfimage_print

Realitarakyat.com – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), kembali menahan satu Kepala Desa (Kades) di Kabupaten TTU.

Kali ini, Kejari Kabupaten TTU menetapkan dan menahan Primus Neno Olin sebagai tersangka terkait pengelolaan dana desa di Desa Botof, Kecamatan Insana, Kabupaten TTU senilai Rp. 4, 7 miliar.
“Iya benar. Jumat (07/05/2021) kemarin, tim penyidik Tipidsus Kejaksaan Negeri Kabupaten TTU menetapkan dan menahan Kepala Desa Botof, Kecamatan Insana, Kabupaten TTU terkait dugaan korupsi dana desa senilai Rp. 4, 7 miliar,” kata Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten TTU, Robert Jimmy Lambila, S. H, M. H kepada wartawan, Sabtu (08/05/2021).

Dijelaskan Lambila, sebelum ditetapkan dan ditahan sebagai tersangka, Kades Botof ini menjalani pemeriksaan oleh tim penyidik Tipidsus Kejari Kabupaten TTU.

Ditegaskan mantan Kasi Dik Kejati NTT ini, dalam kasus dugaan korupsi dana desa di Desa Botof, Kecamatan Insana, Kabupaten TTU, kerugian negara mencapai Rp. 2, 1 miliar.

“Akibat perbuatan tersangka dalam pengelolaan dana desa di Desa Botof, Kecamatan Insana, negara mengalami kerugian keuangan hingga Rp. 2, 1 miliar,” ujar jaksa terbaik se – Indonesia ini.

Dijelaskan Lambila, kerugian negara hingga Rp. 2,1 miliar ini ditimbulkan akibat pinjaman pribadi tersangka sebesar Rp. 1,1 miliar. Pinjaman tersebut terhitung sejak tahun 2017 hingga 2020.

Selain itu, lanjut Lambila, terdapat insentif aparat desa dan BPD yang tidak dibayar serta sejumlah pekerjaan yang mangkrak.

“Total dana yang mengalir ke pribadi kepala desa sebesar Rp. 1,1 miliar. Itu yang secara faktual bisa kita buktikan. Ini nilai yang bukan kecil. Dari Rp. 4,7 miliar (Dana Desa Botof), yang dikorupsi Rp. 2,1 miliar.(rey)

  • Bagikan