Satgas COVID-19 Akui Belum Berhasil Sepenuhnya Cegah Penularan Corona

  • Bagikan
Satgas COVID-19 Akui Belum Berhasil Sepenuhnya Cegah Penularan Corona
image_pdfimage_print

Realitarakyat.com – Satuan tugas (Satgas) COVID-19 menemukan berbagai klaster penularan COVID-19 akhir-akhir ini pasca libur Lebaran. Terdapat beberapa potensi penyebaran COVID-19 yang meluas selama masa bulan Ramadan hingga Idulfitri.

Juru Bicara Satuan Tugas COVID-19, Wiku Adisasmito mengatakan, penemuan kasus positif ini berawal dari orang-orang yang melakukan aktifitas mudik lebaran seperti dari Klaten, Cianjur, Cilacap, Pati dan Bogor.

“Klaster halalbilhalal dan ibadah tarawih yang dilakukan masyarakat di Banyumas, Pati, Malang, dan Banyuwangi Jawa Timur, termasuk juga klaster di Jakarta (Johar Baru, Cilangkap, Jagakarsa) dan Bogor,” kata Wiku dalam keterangannya, Rabu (26/5).

Lanjut, kata Wiku, sebelumnya satgas COVID-19 sudah memperingati ancaman penyebaran COVID-19.

“Namun nyatanya kita belum berhasil sepenuhnya mencegah penularan yang terjadi,” ujarnya.

Untuk itu, dengan ditemukannya angka kasus positif inu, satgas meminta kepada masyarakat untuk tetap mempertahankan kehati-hatian dengan menjalankan protokol kesehatan (prokes) yang lebih.

“Potensi klaster keluarga bisa muncul akibat importasi kasus dari luar kediaman. Sebagus apapun kebijakan dibuat, tanpa kepatuhan dari masyarakat maka tidak akan terimplementasi dengan baik,” tandasnya.

Kemudian Wiku menjelaskan, provinsi yang berpotensi besar dalam kenaikan angka kasus positif dan kematian akan di dominasi oleh daerah tujuan para pemudik dan arus balik.

“Ini baru minggu pertama sejak periode libur Idulfitri. Bahkan, mobilitas juga masih tinggi satu minggu setelah Idufitri,” ucap Wiku.

“Hal ini dapat berdampak pada potensi lebih panjangnya dampak dari periode libur ini sampai pertengahan bulan Juni,” tambahnya.

Dalam hal ini, Wiku meminta kepada seluruh pemerintah daerag (pemda) untuk meningkatkan kesiapan rumah sakit dan fasilitas karantina yang terpusat di seluruh wilayah. Lalu, Wiku juga meminta kepada masyarakat untuk belajar dari pengalaman agar lebih berhati-hati dan meningkatkan kedisiplinan prokes.

“Sebagus apapun kebijakan dibuat, tanpa kepatuhan dari masyarakat maka tidak akan terimplementasi dengan baik,” imbuhnya.

Sebelumnya, diketahui, COVID-19 kembali menanjak dengan penambahan angka 5.060 kasus dan kasus aktif yang naik kembali. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan RI, Selasa (25/5) hingga pukul 12:00 WIB, kasus COVID-19 di Indonesia mencapai 1,786 juta orang.

Kasus aktif atau jumlah pasien yang harus mendapatkan perawatan tercatat naik 1.093 orang, sehingga totalnya 94.486 orang. Padahal sebelumnya kasus aktif di tanah air sudah kurang dari 90 ribu orang.[prs]

  • Bagikan