Connect with us

Headline

Resmi Dinonaktifkan dari KPK, Irwan Siregar Minta Polisi Tangkap Novel Baswedan

Diterbitkan

Pada

Resmi Dinonaktifkan dari KPK, Irwan Siregar Minta Polisi Tangkap Novel Baswedan
image_pdfimage_print

Realitarakyat.com – Novel Baswedan, penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi, dan 74 pegawai KPK lainnya resmi dinonaktifkan.

Penonaktifan Novel Baswedan dan 74 pegawai KPK itu termaktub dalam Surat Keputusan Pimpinan KPK Nomor 652 Tahun 2021, yang diteken Ketua KPK Firli Bahuri tertanggal 7 Mei 2021.

Mendengar kabar tersebut, Irwansyah Siregar (40) korban yang dinaniya oleh Novel Baswedan ini meminta Pihak kepolisian segera kembali membuka kasus tersebut.

“Selama ini mungkin kepolisian kerap diancam oleh Novel Baswedan, karena dia masih berkuasa di KPK, saat ini beliau telah resmi non aktip, untuk itu saya berharap, Kepolisian melanjutkan kembali kasus penganiayaan Novel Baswedan terhadap kami itu,” Ucapnya kepada Realitarakyat.com, Rabu (12/5/2021).

Menurut Irwan Siregar, Kasus ini sudah sempat P21 akan tetapi pihaknya bingung apakah akibat kuatnya saat itu Novel di KPK, Kepolisian dan Kejaksaan tidak melanjutkan kasus ini.

Bahkan bukan hanya itu, menurut Irwan kasus ini telah pernah di bawa ke DPR RI saat angket KPK.

“Kami sebagai korban yang dianiaya oleh Novel Baswedan sudah pernah dipanggil ke DPR RI saat angket KPK, akan tetapi karena desakan Publik terhadap DPR atau ada win – win solusi jadi angket itu juga lenyap”Ucapnya.

Irwansyah Siregar Kembali mengungkapkan kekejaman Novel Baswedan terhadap dirinya dan teman temannya yang menjadi korban penyiksaan Novel saat ditangkap dalam kasus pencurian sarang burung Walet, di Bengkulu, tahun 2004 silam.

Iswansyah menyampaikan bahwa Novel menyiksanya secara kejam.

Penyiksaan dilakukan di Mapolres Bengkulu. Irwansyah mengungkapkan, setelah ditembak di bagian kaki, dirinya diminta untuk membuka pakaian.

Setelah itu, Irwansyah mengaku disetrum di bagian kemaluannya.

“Kami korban kebiadaban Novel. Sudah minta ampun tetap disiksa, hanya karena mencuri sarang burung walet, kami disiksa tanpa ampun,” ungkap Irwansyah, kepada Realitarakyat.com

Tidak sampai di situ, kata Irwansyah, luka bekas tembakan di kaki juga diinjak-injak.

Keluarga Iwansyah juga dilarang membesuk selama satu pekan.

“Yang melakukan penyetruman dan penembakan itu Novel. Saya tidak mengada-ada, karena saya dekat dengan dia, proyektilnya ada di kaki saya,” ucap Irwansyah.

Bahkan menurut Irwan , Novel Baswedan melakukan penganiayaan hingga menyebabkan seorang pencuri sarang burung walet tewas.

Peristiwa itu terjadi saat Novel menjabat sebagai Kepala Satuan Reskrim Polres Bengkulu pada 2004.

Menurut Irwan kasus ini di Kejaksaan Negeri Bengkulu telah melimpahkan berkas perkara penganiayaan dan pembunuhan yang dilakukan Novel Baswedan ke Pengadilan Negeri setempat pada 29 Januari 2020 yang lalu.

Pelimpahan berkas disertai pelimpahan barang bukti, yakni tiga senjata api, proyektil, dan kelengkapan surat penggunaan senjata api oleh Polres Bengkulu.

Pengadilan telah mengagendakan persidangan Novel Baswedan pada 16 Februarinya.

Namun, Kejaksaan Negeri Bengkulu menarik kembali berkas tersebut dengan alasan penyempurnaan. Presiden Joko Widodo meminta Jaksa Agung agar segera menyelesaikan kasus Novel. Opsi yang muncul, kasus Novel akan diselesaikan melalui diponering atau penerbitan Surat Keputusan Penghentian Penuntutan (SKPP).

“Untuk itu dengan dinonaktipkannya Novel Baswedan diharapkan Kasus ini kembali di lanjutkan,” Harapnya.(Ilm)

 

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Headline

Kementerian PUPR Bangun Rusun Untuk Ponpes Tahfidzul Qur’an Dzikrul Qolbi di Kulon Progo

Diterbitkan

Pada

Kementerian PUPR Bangun Rusun Untuk Ponpes Tahfidzul Qur’an Dzikrul Qolbi di Kulon Progo
Baca Berita

Headline

Lesty Kejora dan Rizky Billar Umumkan Tanggal Pernihan 5 Agustus 2021 yang Akan Digelar di Kota Medan

Diterbitkan

Pada

Lesty Kejora dan Rizky Billar Umumkan Tanggal Pernihan 5 Agustus 2021 yang Akan Digelar di Kota Medan
Baca Berita

Headline

Simpatisan HRS Brutal, Lempari Polsi Pakai Batu

Diterbitkan

Pada

Penulis

Simpatisan HRS Brutal, Lempari Polsi Pakai Batu
Baca Berita
Loading...