Connect with us

Hukum

Polri Klaim Bakal Tindak KKB di Papua yang Sudah Teridentifikasi Saja

Diterbitkan

Pada

Polri Klaim Bakal Tindak KKB di Papua yang Sudah Teridentifikasi Saja

Realitarakyat.com – Polri menyatakan penindakan terkait kasus terorisme di Papua hanya dilakukan terhadap kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang sudah diidentifikasi. Para terduga pelaku pun diupayakan ditangkap hidup-hidup demi menggali informasi.

“Semua telah teridentifikasi, ada beberapa kelompok mengganggu daripada rasa aman dan damai masyarakat Papua. Kelompok-kelompok ini sudah teridentifikasi oleh aparat keamanan. Jadi, yang ditangani di sana adalah kelompok-kelompok yang telah teridentifikasi ini,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri Brigadir Jenderal Rusdi Hartono, di Jakarta, Senin (3/5).

Dalam hal ini, Rusdi merujuk pada hasil pemetaan oleh Polda Papua. Bahwa, ada enam kelompok KKB di wilayah Kabupaten Puncak, Intan Jaya, dan Nduga.

Para pimpinan KKB yang aktif di wilayah pegunungan Papua itu sudah lama masuk dalam Daftar Pencarian Orang/DPO kepolisian seperti Lekagak Telenggen, Militer Murib, Sabinus Waker, dan Egianus Kogoya.

“Ke depan melihat, ketika mereka diberikan label terorisme. Dikenakan Undang-undang pemberantasan terorisme,” tambah dia.

Senada, Kapolda Papua Inspektur Jenderal Mathius D. Fakhiri mengatakan bahwa pihaknya bakal berusaha untuk menangkap anggota KKB hidup-hidup.

“Kami akan selalu berusaha semkasimal mungkin untuk menangkap para pelaku aksi KKB dalam keadaan hidup,” kata Mathius.

“Agar kami bisa menggali informasi terkait jaringan lainnya, namun apabila mereka melakukan perlawanan maka kami akan mengambil tindakan tegas terukur yaitu melumpuhkan,” tambah dia.

Sebelumnya, Menteri Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan Mahfud MD, pekan lalu, mengumumkan keputusan pemerintah soal status teroris bagi gerakan separatis di Papua.

Atas ketetapan tersebut, OPM balik menyatakan justru aparat militer Indonesia yang selama ini menyerang warga sipil.

Gubernur Papua Lukas Enembe pun meminta pemerintah pusat mengubah pendekatan keamanan yang lebih humanis dalam menyelesaikan konflik di Papua.[prs]

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukum

Kemenkumham Beri Remisi Khusus Idul Fitri 2021 terhadap 121.026 Napi

Diterbitkan

Pada

Penulis

Kemenkumham Beri Remisi Khusus Idul Fitri 2021 terhadap 121.026 Napi
Ditjenpas Kemenkumham, Reynhard Silitonga (ist/net)
Baca Berita

Hukum

Diduga dari Iran, Polisi Ungkap Penyelundupan 310 Kilogram Sabu

Diterbitkan

Pada

Penulis

Diduga dari Iran, Polisi Ungkap Penyelundupan 310 Kilogram Sabu
(ist/net)
Baca Berita

Hukum

PJKAKI KPK: Heran, Asesmen Proses Alih Status Pegawai Koq Jadi Seleksi Penonaktifan

Diterbitkan

Pada

Penulis

PJKAKI KPK: Heran, Asesmen Proses Alih Status Pegawai Koq Jadi Seleksi Penonaktifan
Direktur Pembinaan Jaringan Kerja Antar-Komisi dan Instansi (PJKAKI) KPK, Sujanarko (ist/net)
Baca Berita
Loading...