Connect with us

Politik

Polemik TWK Pegawai KPK, AHY: Kebenaran Cepat atau Lambat Akan Terkuak

Diterbitkan

Pada

image_pdfimage_print

Realitarakyat.com – Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) ikut angkat bicara terkait polemik tes wawasan kebangsaan (TWK) KPK yang hingga kini terus menuai protes dari sejumlah kalangan antikorupsi.

AHY, sepakat dengan kritik yang menilai bahwa TWK mestinya tak menjadi acuan penonaktifan pegawai lembaga antirasuah. Hal itu, menurutnya, sesuai instruksi Presiden Joko Widodo yang meminta agar asesmen atau TWK tak bisa serta merta menjadi dalih penonaktifan.

Ia meyakini, pada akhirnya, kebenaran dalam polemik tes tersebut akan terkuak. “Nah ini nggak boleh, pada akhirnya akan mengetahui, kebenaran akan terkuak. Saya selalu meyakini kebenaran cepat atau lambat akan mencari jalannya sendiri, begitu pula dengan keadilan,” kata AHY dalam keterangannya, Minggu (30/5/2021).

AHY turut mengkritik sejumlah pertanyaan dalam wawancara asesmen karena dinilai terlalu jauh memasuki ranah privasi. Menurut dia, sejumlah pertanyaan itu wajar sepanjang hanya menjadi evaluasi internal, bukan sebagai alasan penilaian dan penonaktifan.

“Saya rasa tidak relevan kalau untuk mengetahui kepribadian seseorang, karakter dan lain sebagainya wajar-wajar saja, tapi jangan sampai kemudian menjadikan itu sebagai penentu apakah dia fit atau tidak untuk menjadi petugas di KPK,” kata dia.

AHY berkata, lembaga penegak hukum seperti KPK maupun kepolisian dan kejaksaan mestiya menjadi role model penanganan korupsi di Indonesia sehingga masyarakat dapat menaruh kepercayaan.

Dia menyampaikan, sejumlah kasus korupsi mestinya juga tak hanya ditangani dengan saling menunjuk siapa yang bersalah. Putra sulung mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu mengatakan, penanganan kasus korupsi juga mestinya harus diselesaikan dengan pembangunan karakter yang baik.

“Character building, berkali-kali kita sering menyampaikan pendidikan itu bukan hanya intelektual tapi juga karakter,” kata AHY.

“Jadi ada integritas, integrity itu penting termasuk kejujuran dan sifat amanah,” imbuhnya.

Sebelumnya, sebanyak 75 pegawai KPK dinyatakan tak lolos TWK sebagai syarat alih status sebagai ASN. Dari jumlah itu, 51 dinyatakan ‘merah’ atau tak bisa lanjut di KPK, sedangkan 24 sisanya akan mengikuti pembinaan.

Sementara pegawai KPK yang lolos TWK rencananya akan dilantik 1 Juni mendatang. Terbaru, para pegawai yang lolos TWK ini meminta agar pelantikan ditunda.[prs]

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Headline

Akbar Tanjung Minta Kader Golkar Berjuang Menangkan Pemilu 2024

Diterbitkan

Pada

Penulis

Ketua Dewan Kehormatan Partai Golkar, Akbar Tanjung (ist/net)
Baca Berita

Politik

Dede Yusuf: Reses Bentuk Tugas Kami Kawal dan Awasi Bantuan yang Distribusikan Pemerintah ke Masyarakat

Diterbitkan

Pada

Penulis

Wakil Ketua Komisi X DPR Dede Yusuf saat melakukan reses ke Rancaekek/Net
Baca Berita

Politik

Polemik Celeng Vs Banteng, Ini Respon Cs Jokowi FX Rudy

Diterbitkan

Pada

Penulis

Ketua DPC PDIP Solo FX Hadi Rudyatmo/Net
Baca Berita
Loading...