Connect with us

Hukum

Pimpinan KPK Sebut Tak Pernah Lihat Paham Radikal di Lembaganya

Diterbitkan

Pada

Pimpinan KPK Sebut Tak Pernah Lihat Paham Radikal di Lembaganya
image_pdfimage_print

Realitarakyat.com – Dua Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Nurul Ghufron dan Alexander Marwata mengaku telah menyampaikan kepada Badan Kepegawaian Negara (BKN) bahwa mereka tak pernah melihat adanya paham radikal di KPK.

“Pak Alex (Wakil Ketua KPK Alexander Marwata) menyampaikan beliau telah dua periode sebagai Pimpinan KPK sepemahaman beliau selama itu, tidak pernah melihat ada prilaku dan pemahaman yang radikal pada pegawai KPK. Kalau pegawai KPK kritis, tidak langsung menurut perintah tapi didiskusikan lebih dahulu itu iya, krn itu budaya kepegawaian di KPK,” kata Nurul Ghufron dikonfirmasi, Minggu (30/5/2021).

Ghufron sendiri mengatakan telah membaca rincian terkait tes wawasan kebangsaan (TWK) sebagai syarat alih status pegawai menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN). Dia tak memungkiri, pegawai KPK kerap membantah printah pimpinan, jika memang itu bertentangan.

“Saya kebetulan membaca secara detil tentang hasil assesmen, misalnya yang mempertanyakan bagaimana menyikapi jika ada perintah pimpinan yang bertentangan dengan hati nurani, atau bertentangan dengan keyakinan agama atau nilai-nilai yang diyakini, di KPK ini ada nilai integritas maka pegawai-pegawai KPK mesti akan menjawab atau menolak perintah pimpinan jika bertentangan dengan nilai-nilai nurani,” ucap Ghufron.

Senada dengan rekannya Alex, Ghufron mengaku jika mengikuti TWK tersebut juga ia meragukan akan lulus. Dalam rapat dengan BKN telah menyampaikan, TWK diharapkan sebagai ajang pembinaan bukan untuk memberhentikan pegawai KPK.

“Pak AM (Alexander Marwata) meminta agar TWK ini mohon digunakan untuk pembinaan sesuai arahan Presiden, bukan untuk memberhentikan pegawai KPK yang tidak lulus. Karena itu menurut pak AM, kalau boleh menjamin saya akan menjamin bahwa tidak ada yang radikal dan kalaupun ada indikasi tersebut izinkan kami akan membinanya,” klaim Ghufron.

Ghufron yang mempunyai latar belakang sebagai pengurus Nahdlatul Ulama (NU) ini tak memungkiri, sejumlah pegawai di KPK memang memiliki jenggot yang panjang dan memakai celana cingkrang. Tetapi dia menepis, para pegawai itu tidak memiliki pemahaman radikal.

“Mereka hanya bagian dari hazanah pemahaman agama Islam yang juga tidak menyimpang walau berbeda dengan saya. Sehingga kita perlu hati-hati, jangan sampai kewaspadaan kita terhadap ajaran radikalisme tetapi salah mengindentifikasi,” beber Ghufron.

“Kita tidak ingin kembali kepada sejarah masa lalu dimana kewaspadaan kita terhadap komunis telah melahirkan stigma-stigma yang kadang dapat disalahgunakan untuk kepentingan politik, menyimpang dan ditumpangi kepentingan-kepentingan lain,” imbuhnya.

Ghufron mengklaim, telah memperjuangkan 75 pegawai yang tidak memenuhi syarat tes wawasan (TWK) alih status pegawai menjadi ASN. Tetapi justru rapat bersama dengan BKN, Kemenpan RB dan Kemenkumham pada Selasa (25/5) lalu, 51 orang akan diberhentikan dengan alasan tidak bisa dibina, tetapi 24 pegawai KPK lainnya akan mengikuti tes ulang.

“Senada dengan pak Alex, saya menjamin dan mohon kiranya agar pegawai KPK seluruhnya dialihkan ke ASN berdasarkan hukum, putusan MK dan arahan Presiden,” tegas Ghufron.[prs]

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukum

Persoalan TWK KPK Harus Segera Dituntaskan

Diterbitkan

Pada

Persoalan TWK KPK Harus Segera Dituntaskan
Baca Berita

Hukum

Nurul Ghufron Bantah Komnas HAM Sebut Dirinya Tak Tahu Penggagas Ide TWK

Diterbitkan

Pada

Penulis

Nurul Ghufron Bantah Komnas HAM Sebut Dirinya Tak Tahu Penggagas Ide TWK
Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron (ist/net)
Baca Berita

Hukum

Berkekuatan Hukum Tetap, Tiga Mantan Pemeriksa Pajak Dieksekusi ke Lapas Sukamiskin

Diterbitkan

Pada

Penulis

Berkekuatan Hukum Tetap, Tiga Mantan Pemeriksa Pajak Dieksekusi ke Lapas Sukamiskin
Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri (ist/net)
Baca Berita
Loading...