Connect with us

DPR

Pesan Ketua DPR Soal Larangan Mudik: Tahan Diri, COVID-19 Belum Selesai

Diterbitkan

Pada

Pesan Ketua DPR Soal Larangan Mudik: Tahan Diri, COVID-19 Belum Selesai
Ketua DPR RI Puan Maharani (ist/net)
image_pdfimage_print

Realitarakyat.com – Ketua DPR Puan Maharani, mengajak masyarakat menahan diri dari melakukan mudik Lebaran 2021 sebagai upaya menekan penyebaran COVID-19 yang hingga kini belum selesai.

“Saya ikut memantau di Bakauheni, Pelabuhan Merak Banten, dan Gerbang Tol Pejagan Brebes, Jawa Tengah. Dari pantuan melalui udara, situasi (arus lalu lintas mudik) cukup lancar dan terkendali,” ujar Puan, di Brebes, Minggu (9/5/2021).

Ia menyebutkan dari 381 penyekatan yang telah disiapkan oleh Polri, sebagian besar yang berada di tiga provinsi tersebut sudah berjalan baik dan lancar.

Hanya saja, kata dia, dirinya mengingatkan (masyarakat) bahwa sebenarnya kondisi sekarang ini memang harus diambil oleh (pemerintah) sebagai pengendalian COVID-19 yang hingga saat ini belum bisa diatasi atau mitigasi secara berkesinambungan karena terkadang naik dan turun.

Puan mengatakan kondisi seperti itu tidak hanya terjadi di Indonesia tetapi hampir di seluruh negara di dunia.

“Oleh karena itu kebijakan (larangan mudik) ini memang harus diambil untuk menjadi sebuah keputusan yang terbaik, salah satu keputusan terbaik yang mungkin paling tidak baik untuk bisa menghindari dari penyebaran COVID-19 menjadi parah,” katanya.

Puan mencontohkan negara India yang kini menjadi parah tidak ada dalam pengendalian COVID-19) yang baik.

“Kami memahami masyarakat untuk bertemu dengan keluarga , perasaan rindu setelah lama tidak berjumpa dengan keluarganya masing-masing apabila tidak bertemu secara fisik. Namun, kami imbau (masyarakat) tetap menahan diri karena hal yang dilakukan ini sebagai upaya melindungi diri sendiri, keluarga, lingkungan dan Indonesia,” katanya.

Ia meyakini masalah penyebaran COVID-19 akan berakhir sehingga semuanya bisa bertemu dengan keluarganya masing-masing dan dapat beraktivitas seperti semula.

“Saya pun prihatin bahwa pada kesempatan ini (masyarakat) belum bisa pulang ke kampung halamannya masing-masing karena kita harus menjaga diri agar tidak membawa virus ke daerah yang akhirnya berakibat pada diri sendiri, keluarga, dan lingkungan sampai ada yang meninggal dunia,” katanya.

Semua kebijakan yang diambil oleh pemerintah, kata dia, tentu saja untuk mengingatkan bahwa sinergi dan koordinasi, dan gotong royong antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah, dan TNI/Polri.

“Jangan sampai (kondisi di lapangan) menimbulkan kebingungan masyarakat jika petugas di lapangan tidak bersinergi dan soliditas yang kuat. Karena itu, harus disosialisasikan secara humanis karena apapun kami juga memahami bahwa keinginan masyarakat untuk bisa bepergian itu memang sudah ditahan jauh hari.

Ia mengatakan memang sudah ada pemudik dini, namun tentu saja hal itu disamakan dengan aturan larangan mudik pada 6-17 Mei 2021.

Semua dinamika di lapangan, kata dia, petugas perlu melakukan penyekatan berlapis, artinya bukan hal itu akan semakin ketat atau diperketat tetapi itu untuk pengaturan.

“Saya ingatkan rakyat Indonesia agar menjaga dan mematuhi protokol kesehatan dengan memakai masker, mencuci tangan dengan menggunakan sabun, dan menghindari kerumunan,” katanya. (ndi)

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

DPR

Legislator PKS Dukung Audit Investigasi dan Restrukturisasi Utang Garuda

Diterbitkan

Pada

Legislator PKS Dukung Audit Investigasi dan Restrukturisasi Utang Garuda
Baca Berita

DPR

Walau Sudah Divaksin Nusantara, Waka Komisi IX Nihayatul Wafiroh Mengaku Masih Positif Covid

Diterbitkan

Pada

Penulis

Walau Sudah Divaksin Nusantara, Waka Komisi IX Nihayatul Wafiroh Mengaku Masih Positif Covid
Baca Berita

DPR

Anang Hermansyah Berharap  Pemilu 2024 Mendatang Parlemen Diisi Orang – Orang Profesional

Diterbitkan

Pada

Penulis

Anang Hermansyah Berharap  Pemilu 2024 Mendatang Parlemen Diisi Orang - Orang Profesional
Baca Berita
Loading...