Connect with us

Politik

Penyekatan Mudik Bobol, PKS: Pemerintah Amburadul Tangani Masalah Covid

Diterbitkan

Pada

Penyekatan Mudik Bobol, PKS: Pemerintah Amburadul Tangani Masalah Covid
image_pdfimage_print

Realitarakyat.com – Sejumlah pos penyekatan mudik, salah satunya di Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi, diterobos ribuan pengendara motor. PKS mengkritik amburadulnya penanganan Covid-19.

“Kita negara hukum. Kasihan kepolisian kita juga diminta menegakkan hukum dengan tegas jika payung hukumnya tidak kuat. Pelarangan mudik basisnya kesadaran,” kata Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera saat dihubungi, Selasa (11/5/2021).

Mardani menyebut pemerintah sejauh ini masih amburadul menangani Covid-19. Tak hanya itu, tidak kuatnya penggunaan UU Kekarantinaan Kesehatan untuk mengatur arus mudik, kata dia, memperparah hal tersebut.

“Penggunaan UU Kekarantinaan Kesehatan tidak kuat untuk kasus mudik. Kedua, ini bukti amburadulnya penanganan Covid-19 yang mestinya fokus pada kesadaran kesehatan bersama, sosialisasi, hingga musyawarah yang menyentuh sisi kesadaran belum kuat,” ucapnya.

Kemudian Mardani juga menyinggung tindakan penyekatan yang hanya dilakukan pada hilir. Seharusnya, kata dia, masyarakat dihalau semenjak dari hulu atau melalui RT atau RW.

“Penyekatan hanya di hilir mestinya mulai dari hulu. Sekali lagi ini bukti amburadulnya kebijakan penanganan Covid-19. Ujungnya masyarakat disalahkan, padahal tanggung jawab ada pada pemerintah,” ujarnya.

“Seharusnya mulai dari hulu. Gencarkan sosialisasi pelarangan melalui RT dan RW. Kasih selebaran dan penjelasan betapa bahayanya memaksa mudik di masa pandemi,” lanjut Mardani.

Untuk diketahui, pada Minggu (9/5) pukul 22.47 WIB, pemotor diperbolehkan melintas ke arah Karawang. Polisi yang tadinya menyekat dengan barier plastik oranye akhirnya membuka.

Kakorlantas Polri Irjen Istiono mengatakan ratusan pemudik yang diloloskan di pos penyekatan Kedungwaringin, Bekasi, Jawa Barat, merupakan diskresi kepolisian. Istiono mengatakan hal itu sebagai langkah mengurangi kerumunan.

“Ya, ratusan pemudik yang mencoba ya, ini bahasanya bukan menerobos ya. Ini memang kita kelola, kita alirkan, ini adalah diskresi kepolisian, kalau sudah terjadi penumpukan yang besar, ini terjadi sebuah kerumunan penumpukan yang kita hindari adalah menjadikan klaster baru di kerumunan antrean tersebut,” kata Istiono di Kedungwaringin, Bekasi, Jawa Barat, Senin (10/5).

Hal itu kemudian terjadi lagi pada Senin (10/5) malam. Pos Kedungwaringin dibuka sehingga para pemudik bebas melintas tanpa pemeriksaan.[prs]

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Politik

Stafsus Presiden Tegaskan Jokowi Tolak Jabatan 3 Periode

Diterbitkan

Pada

Stafsus Presiden Tegaskan Jokowi Tolak Jabatan 3 Periode
Baca Berita

Politik

Demokrat Sebut Peresmian Seknas Jokpro 2024 Melawan Konstitusi

Diterbitkan

Pada

Demokrat Sebut Peresmian Seknas Jokpro 2024 Melawan Konstitusi
Baca Berita

Politik

Relawan Jokpro Klaim Pasangan Jokowi-Prabowo Hanya Lawan Kotak Kosong di Pilpres 2024

Diterbitkan

Pada

Relawan Jokpro Klaim Pasangan Jokowi-Prabowo Hanya Lawan Kotak Kosong di Pilpres 2024
Baca Berita
Loading...