Connect with us

Politik

Pemprov DKI Bakal Tutup Tempat Wisata Selama Larangan Mudik 6-17 Mei

Diterbitkan

Pada

Pemprov DKI Bakal Tutup Tempat Wisata Selama Larangan Mudik 6-17 Mei
image_pdfimage_print

Realitarakyat.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tengah mengkaji perihal penutupan tempat wisata di Ibu Kota selama larangan mudik Lebaran 6-17 Mei. Pengkajian ini akan turut menggandeng epidemiolog dan pemerintah.

“Ya itu nanti, nanti kan semua keputusan, kebijakan yang diambil pemprov itu mendengarkan para ahli, para pakar, para epidemiologi, forkopimda, pemerintah pusat, satgas pusat, semua kita koordinasikan bersama dan kebijakan yang diambil keputusan bersama untuk yang terbaik. Pasti semua usulan yang baik akan menjadi pertimbangan kita bersama,” kata Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta Ahmad Riza Patria kepada wartawan di Balai Kota DKI, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (4/5/2021).

Riza menerangkan saat ini tempat wisata di Ibu Kota memang telah dibuka kembali. Pihaknya akan segera memutuskan nasib tempat wisata selama masa larangan mudik Lebaran.

“Iya dibuka. Nanti kita lihat apakah di waktu Lebaran akan ditutup atau dibuka dengan pembatasan atau yang lain kita akan putuskan segera,” tuturnya.

Diberitakan sebelumnya, Polda Metro Jaya meminta Dinas Pariwisata menutup tempat wisata selama larangan mudik 6-17 Mei 2021. Polisi meminta tempat wisata ditutup agar tidak menimbulkan gelombang COVID-19.

“Tadi dalam rapat lintas sektoral, disampaikan, kami minta keputusan dari Dinas Pariwisata, kalau bisa seperti tahun kemarin (tempat wisata) itu ditutup saja,” ujar Kepala Biro Operasi Polda Metro Jaya Kombes Marsudianto di Polda Metro Jaya, Selasa (4/5).

Kendati begitu, Marsudianto menyebut pihaknya akan tetap mengikuti aturan pemerintah. Menurut dia, polisi akan menyesuaikan aturan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno.

“Kalau memang nanti dari Menteri Pariwisata mungkin punya kebijakan lain, tentunya kami akan menyesuaikan dan akan kami lakukan pengaturan-pengaturan lebih lanjut,” ucapnya.

Dia menyampaikan hal itu dalam rangka mencegah terjadinya penumpukan di tempat-tempat wisata. Misalnya, pembelian tiket wisata secara daring hingga penyekatan pengunjung.

“Supaya tidak ada terjadi penumpukan, jadi untuk tiketnya dibeli secara online, kemudian dibatasi hanya 50 persen. Toh kalau masih ada juga penumpukan kami akan lakukan penyekatan buka-tutup sementara waktu,” kata dia.[prs]

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Politik

Sindir DPR, Formappi: Gaji Fantastis Malah Bikin Manja dan Kinerja Selalu Buruk

Diterbitkan

Pada

Penulis

Sindir DPR, Formappi: Gaji Fantastis Malah Bikin Manja dan Kinerja Selalu Buruk
Peneliti Formappi Lucius Karius/Net
Baca Berita

Politik

Pemerintah Diklaim Berhasil Tangani Pandemi Covid-19, PSI: Masyarakat Jangan Lalai

Diterbitkan

Pada

Penulis

Pemerintah Diklaim Berhasil Tangani Pandemi Covid-19, PSI: Masyarakat Jangan Lalai
Baca Berita

Politik

Gerindra Risih Ditanya Soal Duet Anies-Sandi untuk Pilpres 2024

Diterbitkan

Pada

Penulis

Gerindra Risih Ditanya Soal Duet Anies-Sandi untuk Pilpres 2024
Waketum Gerindra Habiburokhman/Ist
Baca Berita
Loading...