Menkeu Sebut Pendapatan Negara April 2021 Tumbuh 6,5 Persen

  • Bagikan
Menkeu Sebut Pendapatan Negara April 2021 Tumbuh 6,5 Persen
image_pdfimage_print

Realitarakyat.com – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyebutkan realisasi pendapatan negara hingga akhir April 2021 adalah sebesar Rp585 triliun atau 33,5 persen dari target APBN yaitu Rp1.743,6 triliun.

Sri Mulyani menuturkan pendapatan tersebut tumbuh 6,5 persen (yoy) dibandingkan periode sama 2020 yaitu sebesar Rp549,4 triliun yang tumbuh 3,2 persen dari April 2019.

“Kita lihat kalau dari penerimaan pajak masih terkontraksi, namun lebih baik,” kata Menkeu Sri Mulyani, dalam Konferensi Pers APBN KiTA secara daring, di Jakarta, Selasa (25/5/2021).

Sri Mulyani menuturkan pendapatan negara terdiri dari penerimaan pajak Rp374,9 triliun, bea dan cukai Rp78,7 triliun, PNBP Rp131,3 triliun serta hibah Rp0,1 triliun.

Secara rinci penerimaan pajak Rp374,9 triliun itu merupakan 30,5 persen dari target APBN sebesar Rp1.229,6 triliun, namun menurun 0,5 persen dibanding realisasi periode sama tahun lalu Rp376,6 triliun.

Kemudian penerimaan bea dan cukai sebesar Rp78,7 triliun merupakan 36,6 persen dari target APBN Rp215 triliun dan mampu tumbuh 36,5 persen dari periode April 2020 Rp57,7 triliun.

Secara rinci bea masuk tumbuh 0,13 persen dipengaruhi tren kinerja impor nasional yang terus meningkat terutama pada sektor industri pengolahan.

Untuk cukai tumbuh 32,8 persen didorong pertumbuhan cukai hasil tembakau yang dipengaruhi limpahan pelunasan kredit pita cukai dari akhir tahun 2020 yang jatuh tempo awal 2021.

Untuk bea keluar tumbuh 658,9 persen didorong peningkatan ekspor komoditi tembaga dan tingginya harga produk kelapa sawit.

Selanjutnya untuk PNBP yang pada April 2021 sebesar Rp131,1 triliun atau 44 persen dari target Rp298,2 triliun tumbuh 14,9 persen dibanding April tahun lalu Rp114,3 triliun.

Untuk hibah yang realisasinya Rp0,1 triliun merupakan 5,7 persen dari target Rp0,9 triliun dan terkontraksi 94,2 persen dari April tahun lalu Rp0,9 triliun. (ndi/ant)

  • Bagikan