Ketua BKSAP terpilih duduki Biro Komisi IPU Demokrasi dan HAM

  • Bagikan
Ketua BKSAP terpilih duduki Biro Komisi IPU Demokrasi dan HAM
image_pdfimage_print

Realitarakyat.com – Ketua BKSAP DPR RI, Dr. Fadli Zon, terpilih mewakili Grup IPU Asia Pasifik untuk menjadi anggota Biro Komisi IPU untuk Demokrasi dan HAM (IPU Bureau of the Standing Committee for Democracy and Human Rights), Jumat (7/5), untuk periode 2021-2023. Selain itu, anggota BKSAP, Putri Annetta Komaruddin, juga melenggang mulus mewakili Grup Asia Pasifik untuk duduk di Biro Parlemen Perempuan IPU (Bureau of IPU Women Parliamentarians).

Kandidasi kedua anggota Delegasi Indonesia untuk Pertemuan IPU ke-142 tersebut menunjukkan fokus DPR terhadap isu-isu demokrasi, HAM dan pemihakan pada kaum Perempuan.

Sebagai negara demokrasi terbesar ketiga di dunia, Indonesia berkepentingan erat untuk memajukan demokrasi, menghormati dan melindungi HAM termasuk hak-hak perempuan.

“Kami merasa terhormat mendapatkan mandat untuk mewakili Asia Pasifik, kawasan yang kaya ragam budaya dan ideologi politik,” ujar Fadli Zon usai pertemuan.

Pada kandidasi untuk Biro Komisi Demokrasi dan HAM, Grup Asia Pasifik harus mengisi dua posisi kosong dengan setidaknya satu posisi harus diisi anggota Parlemen laki-laki.

Politisi Gerindra itu perlu bersaing dengan sedikitnya dua kandidat lain yakni dari Australia (Mr. Julian Hill) dan Maladewa (Mrs. Jeehan Mahmoed). Namun pada saat pertemuan, Australia menyatakan dukungan penuhnya kepada kandidasi Indonesia dan menarik pencalonannya.

“Biodata Dr. Zon meyakinkan dan saya berharap dapat bertemu dengannya pada kesempatan lainnya. Saya meyakini Indonesia dapat menjalankan mandat dari Grup Asia Pasifik dengan baik,” jelas Julian Hill dalam pertemuan itu.

Sementara itu, Grup Asia Pasifik menyatakan dukungan penuhnya kepada kandidasi Putri Komaruddin dalam posisi Biro Parlemen Perempuan IPU.

Politisi Golkar yang juga duduk di Komisi XI tersebut memiliki reputasi memadai untuk membahas beragam isu yang dekat dengan upaya pemihakan kaum Perempuan.

“Ia perempuan dan berasal dari kaum muda. Ini kombinasi yang meyakinkan untuk membawa perspektif baru dalam isu-isu terkait Perempuan di IPU,” tambah Fadli Zon.(Din)

  • Bagikan