Connect with us

Ekonomi

Kemendag: Pangkas Distribusi Kedelai Membuat Harga Lebih Murah di Tingkat Pengrajin

Diterbitkan

Pada

Kemendag: Pangkas Distribusi Kedelai Membuat Harga Lebih Murah di Tingkat Pengrajin
ilustrasi (ist/net)
image_pdfimage_print

Realitarakyat.com – Importir diimbau untuk memangkas rantai distribusi kedelai dengan menyalurkan langsung kepada industri pengrajin, khususnya di kabupaten atau kota yang dekat dengan lokasi distributornya.

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan (Dirjen PDN Kemendag) Oke Nurwan mengatakan rantai distribusi yang pendek akan membuat harga kedelai lebih murah di tingkat pengrajin.

“Produksi tahu dan tempe harus terus berjalan meskipun terjadi peningkatan harga kedelai dunia sehingga masyarakat masih tetap mendapatkan tahu dan tempe sebagai sumber protein dengan harga terjangkau,” kata Dirjen PDN dalam keterangan resmi yang diterima InfoPublik pada Kamis (20/5/2021).

Kemendag dipastikan terus memantau dan mengevaluasi pergerakan harga kedelai dunia secara periodik, baik ketika terjadi penurunan ataupun kenaikan harga.

Menurutnya hai ini bertujuan untuk memastikan harga kedelai di tingkat pengrajin dan di tingkat pasar tahu dan tempe berada di tingkat wajar.

Dirjen PDN juga mengakui saat ini tren harga kedelai dunia pada Mei 2021 masih mengalami kenaikan dibanding bulan sebelumnya.

Berdasarkan tren harga yang dikutip dari Chicago Board of Trade (CBOT), lanjut dia, pada pertengahan Mei 2021 harga kedelai dunia berada di kisaran US$ 15,86 per bushels (sekitar Rp10.084 per kilogram (kg) harga akhir).

“harga ini naik sekitar 11,2 persen dibanding April 2021 yang tercatat sebesar US$14,26 per bushels atau Rp9.203 per kg harga akhir,” ungkap Dirjen PDN.

Oleh karena itu dia mengimbau kepada para importir agar memastikan dan menyalurkan stok kedelai secara rutin kepada seluruh pengrajin tahu dan tempe di Indonesia dengan tetap memperhatikan harga kedelai yang terjangkau. (ndi)

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ekonomi

Efektivitas Pengelolaan Kawasan Konservasi, KKP Bentuk Tim Evaluasi

Diterbitkan

Pada

Penulis

Efektivitas Pengelolaan Kawasan Konservasi, KKP Bentuk Tim Evaluasi
Dirjen PRL KKP Tb. Haeru Rahayu (ist/net)
Baca Berita

Ekonomi

Resmi Dilarang untuk Diekspor, KKP: BBL hanya untuk Pembudidayaan di Dalam Negeri

Diterbitkan

Pada

Penulis

Resmi Dilarang untuk Diekspor, KKP: BBL hanya untuk Pembudidayaan di Dalam Negeri
Sekretaris Jenderal KKP Antam Novambar (ist/net)
Baca Berita

Ekonomi

Hadapi MotoGP Mandalika, Gubernur NTB Usul Perbanyak Penerbangan Langsung

Diterbitkan

Pada

Penulis

Hadapi MotoGP Mandalika, Gubernur NTB Usul Perbanyak Penerbangan Langsung
Gubernur Nusa Tenggara Barat Zulkieflimansyah (ist/net)
Baca Berita
Loading...