Connect with us

Luar Negeri

Junta Militer Myanmar Sudah Tewaskan 827 Orang Sejak Kudeta Pertama

Diterbitkan

Pada

Junta Militer Myanmar Sudah Tewaskan 827 Orang Sejak Kudeta Pertama
image_pdfimage_print

Realitarakyat.com – Pasukan junta milter Myanmar dilaporkan telah menewaskan 827 orang sejak kudeta militer pada 1 Februari 2021.

Asosiasi Pendamping untuk Tahanan Politik (AAPP) mencatat penambahan tiga korban asal Kotapraja Bago di Wilayah Bago, Kotapraja Myo Thit di Wilayah Magway dan Kota Kale di Wilayah Sagaing yang dibunuh kemarin dan dicatatkan pada malam harinya.

Dalam laporan AAPP pada Selasa malam, masih ada 4.313 orang yang ditahan, 102 di antaranya dijatuhi hukuman.

Menurut AAPP, junta telah mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap 1.861 orang yang 20 di antaranya akan dihukum mati dan 14 lainnya dihukum penjara dengan kerja paksa bagi siapa pun dari mereka yang mencoba lari dari penangkapan.

Laporan AAPP juga mengungkapkan telah membunuh Mae Gyi (alias Soe Moe Hlaing), mantan anggota Front Demokratik Mahasiswa Burma (ABSDF) dan eks tahanan politik Junta militer Myanmar, pada 22 Mei.

Myanmar diguncang kudeta militer pada 1 Februari dengan menggulingkan pemerintah terpilih Aung San Suu Kyi.

Militer berdalih pemilu yang mengantarkan Suu Kyi terpilih dengan suara terbanyak penuh kecurangan.[prs]

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Luar Negeri

Presiden AS: Serangan Siber Bisa Sebabkan Perang di Dunia Nyata

Diterbitkan

Pada

Penulis

Presiden AS: Serangan Siber Bisa Sebabkan Perang di Dunia Nyata
Presiden AS Joe Biden (ist/net)
Baca Berita

Luar Negeri

Lagi, Tentara Israel Bunuh Warga Palestina di Tepi Barat

Diterbitkan

Pada

Penulis

Lagi, Tentara Israel Bunuh Warga Palestina di Tepi Barat
ilustrasi (ist/net)
Baca Berita

Luar Negeri

Biden Pertimbangkan Wajib Vaksin COVID-19 Bagi Pegawai Federal

Diterbitkan

Pada

Penulis

Biden Pertimbangkan Wajib Vaksin COVID-19 Bagi Pegawai Federal
Presiden AS Joe Biden (ist/net)
Baca Berita
Loading...