Connect with us

Hukum

Jokowi Diminta Segera Respon Isu Pemecatan 75 Pegawai KPK

Diterbitkan

Pada

Jokowi Diminta Segera Respon Isu Pemecatan 75 Pegawai KPK
image_pdfimage_print

Realitarakyat.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) diminta segera merespons isu pemecatan terhadap 75 pegawai KPK termasuk di dalamnya Penyidik Senior, Novel Baswedan. Padahal pengalih statusan pegawai menjadi ASN menjadi wilayah tugas tanggung jawab Presiden untuk pengelolaan dan tanggung jawab.

Peneliti Pusat Kajian Anti Korupsi Universitas Gadjah Mada (Pukat UGM), Zaenur Rohman mengatakan sejauh ini pemerintah khususnya Presiden diam saja dan tidak memberikan respons apapun terhadap isu pemecatan terhadap 75 pegawai KPK.

“Tidak ada satupun pernyataan yang berarti dari pemerintah apalagi dari Presiden juga tidak memberikan pernyataan apapun,” ujar Zaenur dalam keterangannya, Sabtu (15/5/2021).

Zaenur menyayangkan sikap Presiden yang mendiamkan masalah ini, seharusnya Presiden menjelaskan bagaimana maksud pemerintah untuk merevisi UU Nomor 19 Tahun 2019 tentang KPK apakah benar maksudnya untuk seleksi ulang menjadi ASN atau alih status. Ini menjadi tanggung jawab Presiden berkaitan dengan ASN-nya.

“Dampak dari 75 pembuangan ini KPK sepenuhnya dikuasai oleh Firli Bahuri. Dan KPK semakin didominasi unsur kepolisian dan jabatan banyak dari kepolisian,” tegasnya.
“Dengan dibuangnya 75 pegawai bisa mengurangi efektivitas KPK dalam penindakan. Pergantian tersebut adalah adil, jawabannya tidak. Kedua, mereka diganti dengan siapa,” sambung Zaenur.

Yang paling dikhawatirkan, lanjut dia, KPK bakal kehilangan independensi karena orang-orang kritis dan berintegritas yang tidak sejalan dengan kekuasaan disingkirkan. Menurutnya, hal kerugian besar bagi KPK dan kerugian besar bagi bangsa Indonesia. Sebaliknya, yang paling diuntungkan situasi ini adalah para koruptor.

“Yang bisa dilakukan pegawai bisa melakukan protes juga menyampaikan aspirasinya kepada Presiden dan DPR secara hukum dapat Perkom 1 Tahun 2021 ke MK. Bisa juga mengajukan gugatan PTUN untuk SK pembebastugasan,” saran dia.

Dia menambahkan dengan pemecatan Novel Baswedan dkk, lembaga antikorupsi itu perlahan tapi pasti telah menjelma menjadi musuh bersama. Baca juga: 75 Pegawai KPK Dinilai Bisa Gugat Penonaktifan ke Pengadilan

“Dewas melaksanakan tugasnya karena Pimpinan KPK bertindak sewenang-wenang dan itu mesti menjadi objek pengawasan dan Dewas belum banyak berperan terkait isu kepegawaian ini,” tandasnya.[prs]

 

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukum

Survei: Kepercayaan Publik ke Polri Lebih Tinggi Ketimbang KPK

Diterbitkan

Pada

Survei: Kepercayaan Publik ke Polri Lebih Tinggi Ketimbang KPK
Baca Berita

Hukum

Polemik TWK, Komnas HAM Periksa Kepala BKN Hari Ini

Diterbitkan

Pada

Polemik TWK, Komnas HAM Periksa Kepala BKN Hari Ini
Baca Berita

Hukum

Jadi Saksi Persidangan, Hotma Sitompul Bantah dapat Rp3 Miliar dalam Kasus Korupsi Bansos

Diterbitkan

Pada

Jadi Saksi Persidangan, Hotma Sitompul Bantah dapat Rp3 Miliar dalam Kasus Korupsi Bansos
Baca Berita
Loading...