Connect with us

Daerah

Isteri Mantan Bupati Mabar Mengaku Pra Peradilan Diterima PN Kupang

Diterbitkan

Pada

Isteri Mantan Bupati Mabar Mengaku Pra Peradilan Diterima PN Kupang
image_pdfimage_print

Realitarakyat.com – Maria A. Dadu, isteri dari Agustinus CH. Dula mantan Bupati Manggarai Barat (Mabar) mengaku bahwa pra peradilan yang diajukan oleh suaminya di Pengadilan Negeri (PN) Kelas IA Kupang diterima.

Pengakuan Maria A. Dadu itu dalam persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Kupang, Selasa (18/05/2021), saat dirinya diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan tindak pidana menghalang – halangi penyidikan.

“Sepetahuan saya, pra peadilan yang diajukan oleh suami saya (Agustinus CH. Dula) itu kami menang atau diterima oleh Pengadilan Negeri (PN) Kelas IA Kupang,” ungkap saksi Maria A. Dadu.

Namun, lanjut saksi, dirinya tidak mengerti dan tidak mengetahui alasan apa sehingga Agustinus CH. Dula (mantan Bupati Mabar) masih ditahan dan dijadikan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi aset negara di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat senilai Rp. 1, 3 triliun.

Saat ditanya oleh Jaksa Penuntut Umum, Herry C. Franklin bahwa apakah pernah dijanjikan bahwa pra peradilan terhadap Kejati NTT akan diterima (menang), saksi menegaskan bahwa tidak ada janji apapun dari terdakwa Ali Antonius selaku kuasa hukum dari Agustinus CH. Dula.

“Saya tidak mengerti soal pra peradilan itu urusan kuasa hukum, bapak Ali Antonius dan tidak pernah dijanjikan oleh Ali Antonius bahwa pra peradilan akan diterima (menang),” kata saksi.

Terkait dengan uang Rp. 20 juta yang diberikan kepada terdakwa Zulkarnaen Djudje, saksi mengaku bahwa itu merupakan uang pinjaman dan tidak ada maksud apapun atau tuntutan apapun ketika uang senilai Rp. 20 juta diberikan kepada Zulkarnaen Djudje.

Ditambahkan saksi, uang senilai Rp. 20 juta itu, diberikan kepada terdakwa Zulkarnaen Djudje karena dirinya merasa iba (kasihan) terhadap terdakwa Zulkarnaen Djudje yang selalu dan berulang kali mengeluh terkait keuangan.

“Saya berikan karena rasa kasihan dan karena kawan sekolah. Tidak ada maskud apapun atau minta tolong apapun. Uang itu dipinjam dan berharap dikembalikan oleh terdakwa. Dan, Zulkarnaen Djudje juga selalu mengeluh masalah keuangan,” ungkap saksi.

Menurut saksi, uang tersebut diberikan kepada Zulkarnaen Djudje melalui salah satu stafnya dan saat pemberian uang pinjaman tersebut tidak disertai dengan kwitansi.

Sidang kasus dugaan tindak pidana menghalang – halangi penyidikan dipimpin oleh ketua majelis hakim, Fransiska Paula Nino didampingi hakim anggota, Nggilu Liwar Awang dan Gustaf Marpaung. Terdakwa Ali Antonius, Harum Fransiskus dan Zulkarnaen Djudje didampingi masing – masing kuasa hukumnya. Turut hadir JPU, Herry C. Franklin, Hendrik Tiip dan Emerensiana Jehamat.(rey)

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Daerah

Begini Janji Dan Komitmen Kajari TTU 

Diterbitkan

Pada

Begini Janji Dan Komitmen Kajari TTU 
Baca Berita

Daerah

Bappenas RI Siap Bantu Kembangkan STIPark dan Gesa Pembangunan Smelter

Diterbitkan

Pada

Penulis

Bappenas RI Siap Bantu Kembangkan STIPark dan Gesa Pembangunan Smelter
Baca Berita

Daerah

Beredar Isu Miring, Kajari TTU Beri Warning Untuk Pejabat ULP

Diterbitkan

Pada

Beredar Isu Miring, Kajari TTU Beri Warning Untuk Pejabat ULP
Baca Berita
Loading...