Connect with us

Kesehatan

Inilah Besaran Insentif Tenaga Kesehatan Penanganan Pandemi COVID-19

Diterbitkan

Pada

Inilah Besaran Insentif Tenaga Kesehatan Penanganan Pandemi COVID-19
ilustrasi (ist/net)

Realitarakyat.com – Kementerian Kesehatan menyampaikan bahwa besaran insentif tenaga kesehatan dalam penanganan pandemi COVID-19 berpedoman pada Surat Kemenkeu No.113/2021.

Sekretaris Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (​​PPSDM) Kesehatan, Kemenkes, Trisa Wahjuni Putri, di Jakarta, Jumat (30/4/2021), menyampaikan dalam surat itu besaran insentif ditentukan berdasarkan pada beberapa komponen seperti rasio jumlah pasien, jumlah tenaga kesehatan yang bertugas, dan jam kerja.

“Dalam surat itu disebutkan, untuk dokter spesialis diberikan Rp15 juta per orang per bulan,” ujar papar Trisa dalam bincang-bincang bertema “Upaya Percepatan Kemenkes RI dalam Pembayaran Insentif Nakes”.

Kemudian, Peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Rp12,5 juta, dokter dan dokter gigi Rp10 juta, perawat dan bidan Rp7,5 juta, dan nakes lainnya Rp5 juta.

“Sebagai catatan, besaran angka itu adalah angka tertinggi, jadi tidak bisa melebihi angka itu,” ucapnya.

Sementara kriteria fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) dan institusi kesehatan yang berhak menerima insentif, kata Trisa, insentif diberikan kepada nakes yang memiliki risiko terpapar COVID-19. Artinya, tidak semua fasyankes mendapat insentif.

“Yang boleh menerima insentif itu adalah RS pemerintah, RS TNI-Polri, RS BUMN, RS Swasta, RS Daerah,” katanya.

Selain itu, lanjut dia, RS lapangan seperti Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, RS lapangan di Surabaya dan Ambon, rumah sakit khusus infeksi, serta puskesmas yang memiliki risiko keterpaparan.

“Jadi itu jenis-jenisnya, tapi ada juga fasilitas kesehatan lain yang bisa menerima, yaitu Kantor Kesehatan Pelabuhan,” ucapnya.

Dalam kesempatan itu, Trisan juga menyampaikan, pemerintah juga memberikan santunan kematian kepada tenaga medis yang ikut serta dalam penanganan COVID-19 sebesar Rp300 juta.

“Mungkin ini tidak akan menggantikan nyawa atau tenaga kesehatan itu sendiri, tapi mudah-mudahan ini setidaknya merupakan apresiasi dari pemerintah,” katanya. (ndi)

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kesehatan

IDI Sebut Alarm Lonjakan Kasus Covid-19 di Indonesia Mulai Terlihat

Diterbitkan

Pada

IDI Sebut Alarm Lonjakan Kasus Covid-19 di Indonesia Mulai Terlihat
Baca Berita

Kesehatan

Satgas Covid Minta Masyarakat Indonesia Belajar Pengalaman dari India

Diterbitkan

Pada

Satgas Covid Minta Masyarakat Indonesia Belajar Pengalaman dari India
Baca Berita

Kesehatan

Pemudik Lolos Penyekatan Diminta Lakukan Karantina 5×24 Jam

Diterbitkan

Pada

Pemudik Lolos Penyekatan Diminta Lakukan Karantina 5x24 Jam
Baca Berita
Loading...