Ini Analisis BMKG Soal Dua Kali Gempa Banten

  • Bagikan
Ini Analisis BMKG Soal Dua Kali Gempa Banten
image_pdfimage_print

Realitarakyat.com – Dalam selang dua menit, dua gempa mengguncang wilayah Pandeglang, Banten.

Dari analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), setelah dimutakhirkan gempa yang mengguncang wilayah Pandeglang memiliki kekuatan 4.9 dan 5.2 magnitudo.

“Hasil info pendahuluan BMKG menunjukkan gempa ini memiliki parameter awal gempa pertama M 5,0 dan gempa kedua M 5,4 yang selanjutnya dilakukan pemutakhiran menjadi M 4,9 dan M 5,2,” kata Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono dalam keterangannya, Minggu (23/5/2021).

Gempa tersebut berpusat di barat laut Kecamatan Sumur, Pandeglang, Banten dan berjenis gempa dangkal.

“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar aktif di dasar laut,” sebutnya.

“Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa memiliki mekanisme pergerakan sesar naik (thrust fault),” lanjutnya.

Guncangan gempa tercatat dirasakan di sejumlah daerah lainnya, seperti Kalapnunggal, Sukabumi, Labuan, Munjul, Rangkasbitung, Banjarsari, Cileles, Cirinten, dan Bayah. Gempa dirasakan dengan skala II-III MMI (Modified Mercalli Intensity).

“Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yg ditimbulkan akibat gempabumi tersebut. gempabumi ini TIDAK BERPOTENSI TSUNAMI,” sebutnya.

Selain itu, setelah dua gempa tersebut, BMKG mengatakan terdapat 6 kali aktivitas gempa susulan dengan berbagai kekuatan.

“Hingga hari Minggu, 23 Mei 2021 pukul 11.40 WIB, setelah 2 gempabumi tersebut hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya 6 kali aktivitas gempabumi susulan (aftershock) dengan rentang magnitudo M2,8 sampai dengan M4,6,” katanya.(Din)

  • Bagikan