Connect with us

Kesehatan

IDI Sebut Alarm Lonjakan Kasus Covid-19 di Indonesia Mulai Terlihat

Diterbitkan

Pada

IDI Sebut Alarm Lonjakan Kasus Covid-19 di Indonesia Mulai Terlihat
image_pdfimage_print

Realitarakyat.com – Ketua Tim Mitigasi Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), Adib Khumaidi menilai alarm lonjakan kasus virus corona (Covid-19) di Indonesia pascalebaran kini sudah mulai terlihat. Adib menilai kurang lebih kondisi lonjakan covid-19 lebaran tahun lalu juga akan terjadi pada tahun ini.

Tercatat, penambahan jumlah kasus positif covid-19 baik secara harian maupun kumulatif mingguan melonjak hingga 93 persen sejak libur Idul fitri 22-25 Mei 2020. Lonjakan kasus itu terlihat dalam rentang waktu 10-14 hari kemudian.

“Saat ini sudah terlihat kenaikan kasus Covid-19 kembali seperti tahun lalu, meski program vaksinasi terus berjalan,” kata Adib dalam keterangan tertulisnya, Selasa (11/5/2021).

Melihat potensi kenaikan kasus covid-19 itu, Adib meminta agar pemerintah melakukan upaya mitigasi di fasilitas pelayanan kesehatan Indonesia dengan cara mempersiapkan tempat tidur, alat pelindung diri (APD), obat-obatan hingga ventilator.

Selain itu, sumber daya tenaga kesehatan (nakes) juga harus dipersiapkan sedini mungkin guna mencegah kondisi kurangnya nakes yang mengakibatkan kelelahan dan tak jarang berujung kematian.

“Untuk mengantisipasi lonjakan kasus pasca libur hari raya ini sampai 1-2 bulan ke depan,” kata dia.

Adib lantas menilai berbagai faktor lonjakan ini diperkirakan karena adanya klaster-klaster yang muncul selama beberapa bulan terakhir seperti klaster perkantoran, klaster keluarga, klaster ibadah bersama, klaster buka puasa bersama.

Serta ditambah adanya momentum-momentum Idulfitri, arus balik, aktivitas mudik serta mutasi virus corona yang semakin banyak muncul di Indonesia. Saat ini Indonesia sudah mencatat tujuh varian corona yang berhasil teridentifikasi, yakni varian D614G, B117, N439K, E484K, B1525, B1617, dan B1351. Bahkan beberapa di antaranya sudah menjadi transmisi lokal.

“Vaksinasi saja tidak menjamin tubuh kita akan kebal terhadap virus apalagi mutasi virus,” kata dia.

Adib yang juga menjabat sebagai Ketua Lembaga Kesehatan Majelis Ulama Indonesia menghimbau agar materi terkait protokol kesehatan saat pandemi covid-19 ini juga senantiasa disosialisasikan melalui khutbah Idulfitri di seluruh indonesia

Ia meminta masyarakat tetap patuh menjalankan protokol kesehatan 5M, yang meliputi memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan, serta membatasi mobilitas.[prs]

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kesehatan

Pemerintah Izinkan Penduduk Usia 18 Tahun ke Atas untuk Divaksin

Diterbitkan

Pada

Pemerintah Izinkan Penduduk Usia 18 Tahun ke Atas untuk Divaksin
Baca Berita

Metropolitan

Selama Dua Pekan ke Depan, Pemkab Bekasi Kembali Berlakukan WFH 75 Persen

Diterbitkan

Pada

Penulis

Selama Dua Pekan ke Depan, Pemkab Bekasi Kembali Berlakukan WFH 75 Persen
Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja (ist/net)
Baca Berita

Daerah

Tekan Tingginya Kasus COVID-19, Sultan HB X Pertimbangkan “Lockdown” Total di DIY

Diterbitkan

Pada

Penulis

Tekan Tingginya Kasus COVID-19, Sultan HB X Pertimbangkan "Lockdown" Total di DIY
Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X (ist/net)
Baca Berita
Loading...