Connect with us

Ekonomi

Hengkangnya Broker, Ditengarai Akibat Ketidakpuasan Penanganan Kasus Jiwasraya dan Asabri

Diterbitkan

Pada

Hengkangnya Broker, Ditengarai Akibat Ketidakpuasan Penanganan Kasus Jiwasraya dan Asabri
pengamat hukum dari Universitas Al-Azhar (UAI), Suparji Ahmad (ist/net)
image_pdfimage_print

Realitarakyat.com – Pasar saham Indonesia kembali kehilangan momentum untuk bangkit di tengah pandemi COVID-19, menyusul hengkangnya broker global Morgan Stanley dari aktivitas transaksi saham di Indonesia.

Mundurnya Morgan Stanley Sekuritas, harus menjadi perhatian serius pemerintah dan semua pihak, karena bisa ditengarai sebagai ketidakpuasan investor terkait penegakan hukum di Indonesia, seperti penanganan kasus Jiwasraya dan Asabri.

“Perusahaan skala global menarik diri dari pasar saham bisa menjadi sinyal penegakan hukum harus dilakukan dengan sangat hati-hati agar tidak mengganggu perekonomian dan dunia usaha,” kata pengamat hukum dari Universitas Al-Azhar (UAI), Suparji Ahmad, dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (29/5/2021).

Aksi korporasi Morgan Stanley Sekuritas Indonesia menambah panjang daftar sejumlah broker saham dan lembaga keuangan internasional yang menghentikan bisnis di Indonesia.

Menurut catatan, selain Morgan Stanley tiga broker saham juga sudah terlebih dahulu mundur dari pasar saham Indonesia yaitu Merrill Lynch, Deutsche Bank Securities dan termasuk Nomura Sekuritas Indonesia yang juga mengurangi bisnis jual beli saham di Indonesia.

Suparji mengatakan mengatakan maraknya lembaga keuangan internasional yang cabut dari Indonesia seharunya tidak tidak boleh terjadi.

Untuk itu, ia berharap dalam setiap penegakan hukum di Indonesia selain harus tegas juga harus memperhatikan aspek ekonomi agar psikologis dunia usaha tidak terganggu.

Jika penegakan hukum bisa adil, transparan, dan sesuai aturan, lanjut Suparji, maka bisa menarik kembali para investor asing maupun dalam negeri untuk menanamkan modal di Indonesia.

“Maka perlu jaminan penegakan hukum yang adil dan transparan untuk mengembalikan kepercayaan para investor untuk menanamkan modal di Indonesia,” katanya.

Sebelumnya, broker saham PT Morgan Stanley Sekuritas Indonesia mengumumkan penghentian kegiatan perantara perdagangan efek (PPE) di Indonesia.

Selain Morgan Stanley Sekuritas Indonesia broker saham dan lembaga keuangan internasional yang menghentikan bisnis di Indonesia antara lain PT Merrill Lynch Sekuritas Indonesia dan Citibank Indonesia juga mengumumkan menghentikan bisnis di Indonesia.

Kemudian PT Deutsche Bank Sekuritas Indonesia dan PT Nomura Sekuritas Indonesia juga telah resmi mengumumkan mengurangi bisnis jual beli saham di Indonesia. (ndi)

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ekonomi

PLN Komit Jamin Suplai Listrik di Blok Rokan

Diterbitkan

Pada

PLN Komit Jamin Suplai Listrik di Blok Rokan
Baca Berita

Ekonomi

Yenny Wahid Minta Pemerintah Buat Regulasi yang Menghilangkan Ketidakpastian Transaksi Kripto

Diterbitkan

Pada

Yenny Wahid Minta Pemerintah Buat Regulasi yang Menghilangkan Ketidakpastian Transaksi Kripto
Baca Berita

DPR

DPR Dukung Perubahan Sistem Bansos BNPT

Diterbitkan

Pada

DPR Dukung Perubahan Sistem Bansos BNPT
Baca Berita
Loading...