Connect with us

DPR

Guru Honorer Lumpuh Usai Vaksinasi Tahap Dua, DPR Minta Pemerintah Beri Perhatian

Diterbitkan

Pada

Guru Honorer Lumpuh Usai Vaksinasi Tahap Dua, DPR Minta Pemerintah Beri Perhatian

Realitarkayat.com – Seorang guru honorer di Sukabumi, Susan lumpuh usai menjalani vaksinasi COVID-19 tahap kedua.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Dede Yusuf meminta kepada pemerintah untuk memberikan perhatian kepada Susan.

“Sebagai seorang guru, sangatlah wajar jika pemerintah Kemendikbud, dinas pendidikan membantu proses penyembuhan guru kita. Karena yang meminta agar guru divaksin terlebih dahulu juga adalah pemerintah untuk persiapan tatap muka sekolah,” ujar Dede Yusuf, Minggu (2/5/2021).

“Terlepas dari masalah kesehatan yang belum dijelaskan secara rinci. Tapi Wajib rasanya Dikbud berikan atensi kepada Guru ini,” sambungnya.

Secara terpisah, Wakil Ketua Komisi X DPR lainnya, Fikri Faqih, meminta kepada pemerintah untuk menghentikan sementara proses vaksinasi bagi guru. Hal itu dilakukan sampai proses investigasi selesai.

“Gugus tugas bersama pihak terkait perlu menginvestigasi sebab-sebab terjadinya kelumpuhan, agar tidak terjadi lagi hal serupa menimpa kepada guru lain. Menghentikan sementara vaksinasi khususnya bagi guru sampai ada kejelasan dan jaminan keselamatan,” kata Fikri.

Fikri meminta kepada pemerintah transparan dalam melakukan investigasi. Hal itu dilakukan agar masyarakat tidak resah.

“Pemerintah mesti transparan kepada publik akibat kejadian ini agar masyarakat tidak resah karena kejadian ini,” ucapnya.

Sebelumnya, Pengurus Besar (PB) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) meminta negara untuk hadir dalam kasus guru Susan yang mengalami kelumpuhan dan gangguan penglihatan usai vaksinasi COVID-19 tahap dua.

Hal ini diungkap Dudung Nurullah Koswara, Ketua PB PGRI yang mengatakan sebagai guru honorer Susan sudah menjalankan program pemerintah dengan mengikuti vaksinasi tahap satu dan dua.

“Bu Susan ini sudah mengikuti program pemerintah, vaksin kesatu dan kedua artinya dia aparatur pendidikan walaupun belum ASN dia melayani masyarakat dia sudah mengikuti program pemerintah dia tidak nyinyir dia vaksin satu ikut vaksin dua ikut setelah vaksin kedua dia sakit,” ungkap Dudung.

Kehadiran negara dijelaskan Dudung sangat diperlukan untuk memberikan jaminan perlindungan kepada Susan. “Maka negara harus hadir, memberikan jaminan perlindungan secara psikologis secara finansial dan secara masa depan bu Susan,” jelasnya.[prs]

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

DPR

Ketua DPR Akan Tinjau Larangan Mudik di Tiga Provinsi

Diterbitkan

Pada

Penulis

Ketua DPR Akan Tinjau Larangan Mudik di Tiga Provinsi
Ketua DPR RI Puan Maharani. foto: ist/net
Baca Berita

DPR

Selama Larangan Mudik, Wakil Ketua DPR Usulkan Tolak Kedatangan WNA

Diterbitkan

Pada

Penulis

Selama Larangan Mudik, Wakil Ketua DPR Usulkan Tolak Kedatangan WNA
Wakil Ketua DPR dan Ketua Timwas Pelaksanaan Penanganan Bencana COVID-19 DPR Abdul Muhaimin Iskandar foto: ist/net
Baca Berita

DPR

Jadi Anggota Biro Parlemen Perempuan IPU, Puteri Komarudin: Ini Suatu Kehormatan

Diterbitkan

Pada

Jadi Anggota Biro Parlemen Perempuan IPU, Puteri Komarudin: Ini Suatu Kehormatan
Baca Berita
Loading...