Connect with us

Olahraga

Bintang Tenis Jepang Sepakat Olimpiade di Tengah Pandemi Dibahas Ulang

Diterbitkan

Pada

Bintang Tenis Jepang Sepakat Olimpiade di Tengah Pandemi Dibahas Ulang
ilustrasi (ist/net)
image_pdfimage_print

Realitarakyat.com – Bintang tenis Jepang Kei Nishikori pada Senin mengatakan ia sepakat dengan kompatriot Naomi Osaka bahwa penyelenggara Olimpiade Tokyo perlu membahas kembali apakah pesta olahraga empat tahunan itu bisa dilaksanakan dengan aman di tengah pandemi virus corona.

Status darurat virus di ibukota Jepang dan sejumlah bagian dari negara Asia Timur itu telah diperpanjang sejak Jumat, kurang dari tiga bulan sebelum Olimpiade dihelat.

Sebagian masyarakat Jepang juga mendesak pembatalan Olimpiade, yang telah tertunda dari jadwal asli penyelenggaraannya pada musim panas tahun lalu karena krisis kesehatan global.

Osaka pada Minggu mengatakan “tentunya perlu ada pembahasan” apakah Olimpiade harus berlangsung.

Nishikori, yang merupakan mantan petenis peringkat empat dunia, mengatakan bahwa akan sulit menghelat Olimpiade bahkan di stadion tertutup bagi penonton, karena tingginya angka atlet yang berpartisipasi.

“Saya tidak paham apa yang mereka pikirkan, dan saya tidak tahu sejauh apa yang mereka pikirkan tentang bagaimana mereka akan membuat gelembung, karena ini bukan hanya 100 orang yang ikut turnamen ini,” kata Nishikori setelah mengalahkan Fabio Fognini di babak pertama Italian Open.

“Ada 10.000 orang di kampung atlet dan bertanding di turnamen. Jadi saya rasa itu tidaklah mudah, khususnya (dengan) apa yang terjadi saat ini di Jepang. Itu tidak ada faedahnya.”

Penyelenggara telah menyatakan bahwa fans asing tidak akan diizinkan masuk ke Jepang untuk menonton Olimpiade.

Nishikori melewatkan US Open tahun lalu setelah terjangkit virus corona, dan dia juga harus menjalani karantina di hotel selama dua pekan untuk Australian Open 2021 pada Februari.

“Jika mereka bisa membuat gelembung yang baik, mungkin mereka bisa melakukannya, tapi ada risikonya juga. Anda tahu, apa yang terjadi jika ada ratusan kasus di kampung atlet, atau ribuan?

“Corona sangat cepat menyebar. Jadi saya akan sependapat dengan Naomi. Anda harus benar-benar membahasnya, bagaimana Anda bisa bertanding dengan sangat aman.

Jepang telah mencatatkan sedikitnya 10.500 kematian akibat COVID-19, meski angkanya lebih rendah dari banyak negara lainnya.

Akan tetapi, proses pemberian vaksin di negara itu berjalan lambat dan sejumlah wilayah telah menyaksikan kenaikan kasus ketika varian baru virus menimbulkan gelombang infeksi baru, demikian AFP. (ndi)

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Olahraga

Mantap! Semifinal dan Final Euro 2020 Bakal Ditonton Langsung Oleh 60 Ribu Penonton

Diterbitkan

Pada

Mantap! Semifinal dan Final Euro 2020 Bakal Ditonton Langsung Oleh 60 Ribu Penonton
Baca Berita

Olahraga

Olimpiade Tokyo: Jumlah Penonton Setiap Arena Dibatasi hanya 10.000

Diterbitkan

Pada

Penulis

Olimpiade Tokyo: Jumlah Penonton Setiap Arena Dibatasi hanya 10.000
ilustrasi (ist/net)
Baca Berita

Luar Negeri

Warga Tokyo Kritik Rencana Penyelenggara Izinkan Alkohol di Olimpiade

Diterbitkan

Pada

Penulis

Warga Tokyo Kritik Rencana Penyelenggara Izinkan Alkohol di Olimpiade
ilustrasi (ist/net)
Baca Berita
Loading...