Connect with us

DPR

Beredar Kabar Novel Baswedan Tak Lolos ASN KPK Karena Isi  Jawaban Tes Dengan Radikalesme, PPP Minta Transparan

Diterbitkan

Pada

image_pdfimage_print

Realitarakyat.com – Beredar kabar Penyidik senior KPK Novel Baswedan tidak lolos menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) akibat saat mengisi jawaban kebangsaan dengan radikalisme, mendengar kabar tersebut. Waketum PPP, Arsul Sani, meminta KPK transparan terkait tes ASN tersebut.

Arsul Sani mulanya berkomentar terkait tes alih status pegawai KPK itu tidak transparan sehingga memunculkan isu-isu tertentu. Salah satunya isu yang menyebut tes ASN tersebut sebagai usaha untuk menjegal penyidik tertentu.

“Munculnya isu bahwa proses alih status pegawai KPK menjadi pegawai ASN dipergunakan untuk menyingkirkan sejumlah orang tertentu ini adalah karena proses tersebut tampaknya tidak cukup transparan,” kata Arsul kepada

Arsul berpendapat seharusnya tes ASN itu diiringi dengan informasi yang terbuka dan detail. Selain itu, penyelenggara seharusnya mengakomodasi pertanyaan-pertanyaan pegawai KPK soal tes tersebut.

“(Jika transparan) maka tuduhan di atas akan lebih dapat diminimalisir. Oleh karena itu kami meminta kepada KPK dan juga instansi terkait dengan proses alih status pegawai KPK seperti BKN (Badan Kepegawaian Nasional) dan KemenPAN-RB untuk menjelaskan baik kepada pegawai KPK yang mengikuti maupun publik mengenai seluruh proses, tahapan dan sistem penilaian atau evaluasi yang diterapkan,” jelasnya.

Arsul menyakini kecurigaan publik dapat diredam bila proses tes alih status pegawai KPK transparan. Dia mengatakan jika tidak transparan maka berpotensi memunculkan prasangka negatif.

“Sehingga ketiadaan transparansi atau penjelasan yang memadai di ruang publik akan memberi ruang untuk berkembangnya prasangka-prasangka negatif terhadap bukan saja KPK tapi juga pemerintahan Presiden Jokowi,” lanjutnya.

Diberitakan sebelumnya, Novel Baswedan mengaku mendengar kabar tidak lolosnya sejumlah pegawai KPK melalui tes alih status sebagai ASN. Novel sendiri juga sebagai bagian dari pegawai yang tidak lolos.

“Cuma itulah aku paham. Tapi nanti, begitu disampaikan itu benar, baru bisa dikonfirmasi, kan. Tapi rasanya kayak begitu sih,” kata Novel, Selasa (4/5).

“Mereka maunya begitu tapi itu kan sudah lama, upaya-upaya cuma yang berbeda yang diduga berbuat pimpinan KPK sendiri, kan lucu,” imbuhnya.

Sekjen KPK Cahya Hardianto Harefa merespons kabar pemecatan pegawainya yang tidak lolos tes wawasan kebangsaan (TWK). Cahya memastikan hasil asesmen TWK masih tersegel.

“Saat ini hasil penilaian asesmen TWK tersebut masih tersegel dan disimpan aman di Gedung Merah Putih KPK dan akan diumumkan dalam waktu dekat sebagai bentuk transparansi kepada seluruh pemangku kepentingan KPK,” kata Cahya dalam keterangan tertulis yang diterima Redaksi , Rabu (5/5/2021).(Din)

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

DPR

Komisi VII Desak ESDM Tingkatkan PDB Sektor Industri Logam

Diterbitkan

Pada

Penulis

Ketua Komisi VII DPR RI Sugeng Suparwoto (ist/net)
Baca Berita

DPR

Terkait RUU APBN 2022, Fraksi Nasdem Soroti Masih Rendahnya Serapan Anggaran TKDD

Diterbitkan

Pada

Penulis

Anggota Badan Anggaran (Banggar) Fraksi Partai Nasdem Fauzi Amro (ist/net)
Baca Berita

DPR

Puan Ajak Mahasiswa Belajar Dengar Aspirasi Pada Program Magang di Rumah Rakyat

Diterbitkan

Pada

Penulis

Ketua DPR Puan Maharani/Net
Baca Berita
Loading...