Connect with us

Metropolitan

Anies Ngamuk Ratusan Pejabat Administrator Tak Mau Ikut Seleksi Terbuka JPT Pratama

Diterbitkan

Pada

Anies Ngamuk Ratusan Pejabat Administrator Tak Mau Ikut Seleksi Terbuka JPT Pratama
image_pdfimage_print

Realitarakyat.com – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengumpulkan ratusan pegawai dari mulai Kepala Sekda, Asisten Pemerintahan, Kepala Inspektur dan Kepala BKD beserta ajajarannya.

Hal ini terkait intruksi kepada seluruh jajaran pegawai pemerintah yang telah memenuhi persyaratan untuk melakukan penmendaftaran seleksi terbuka.

“Di tempat ini kita berkumpul bersama sama, saya ingin menegaskan kepada semua bapak ibu sekalian, ini bukan sekedar eselon III, eselon II dan eselon IV bukan,” kata Anies di Balaikota DKI Jakarta, Senin (10/5/2021).

Dalam hal ini, Anies geram dengan sejumlah anak buahnya yang tidak mau ikut dalam seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama dilingkungan Pemprov DKI. Padahal ia sudah memenuhi syarat untuk mendaftar.

“Diitemukan 239 pejabat administrator telah memenuhi persyaratan tetapi tidak mendaftar seleksi. Tegasnya

Lanjut, kata Anies ini merupakan soal organsisasi Pemprov DKI Jakarta. Ia meminta kepada mereka yang memenuhi persyaratan untuk melakukan  pemdaftaran seleksi terbuka jabatan eselon II tersebut.

“Ini soal organisasi kita Pemprov DKI Jakarta harus bisa berjalan dengan kedisiplinan. Organisasi ini TDK mungkin bisa bekerja dgn baik jika tidak ada disiplin organisasi,” tandasnya.

Artinya, lebih lanjut Anies Mengatakan bila ada intruksi berarti wajib dilaksanakan. Bila tidak bisa melaksanakan, maka tanggung jawab penerima instruksi adalah menyampaikan bahwa ini tidak bisa diikuti dan diberikan alsannya.

“Ketaatan kepada pemerintah menjadi penting dan bila perintah tidak bisa dilaksanakan, maka laporkan tidak bisa dilaksanakan,” ucap Anies.

“Namun demikian Tapi bukan diam berharap tidak menjadi masalah. Ini yang dikumpulkan di sini (lapangan) adalah yang bermasalah,” tambahnya.

Seharusnya para Pegawai Negri Sipil (PNS) yang berdiri di lapangan Balai Kota ini merasa malu karena mereka tidak mau melaksanakan instruksi yang dibuat Pemprov DKI.

“Malu kenapa ada instuksi tidak dilaksanakan,” tegasnya.

Adapun Pemprov DKI membuka seleksi terbuka sejumlah Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama, sebagai berikut:

Asisten Kesejahteraan Rakyat Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi DKI Jakarta, Kepala Badan Pendapatan Daerah Provinsi DKI Jakarta, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi DKI Jakarta, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian Provinsi DKI Jakarta, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta. Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi DKI Jakarta, Kepala Dinas Perindustrian.

Selanjutnya, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Provinsi DKI Jakarta, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Provinsi DKI Jakarta, Kepala Biro Pembangunan dan Lingkungan Hidup Setda Provinsi DKI Jakarta, Kepala Biro Pemerintahan Setda Provinsi DKI Jakarta, Wakil Kepala Badan Pendapatan Daerah Provinsi DKI Jakarta, Wakil Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Wakil Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, Wakil Bupati Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu, Sekretaris Kota Administrasi Jakarta Timur, Sekretaris Kota Administrasi Jakarta Utara.[prs]

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Metropolitan

Ketua DPRD DKI Sebut Jika Anis Ingin Maju Capres Tapi Selesaikan Dulu Masalah Hukum Di Jakarta

Diterbitkan

Pada

Penulis

Ketua DPRD DKI Sebut Jika Anis Ingin Maju Capres Tapi Selesaikan Dulu Masalah Hukum Di Jakarta
Baca Berita

Headline

Seorang Pelajar Jadi Korban Penembakan OTK di Jalan Mangga Besar

Diterbitkan

Pada

Penulis

Seorang Pelajar Jadi Korban Penembakan OTK di Jalan Mangga Besar
Baca Berita

Metropolitan

Covid Menggila, Ruangan Isolasi di Kota Bekasi hanya Tersisa 14 Persen

Diterbitkan

Pada

Covid Menggila, Ruangan Isolasi di Kota Bekasi hanya Tersisa 14 Persen
Baca Berita
Loading...