Connect with us

Politik

Zulhas: Impor Candu Penghabat Kemajuan dan Kemandirian Bangsa

Diterbitkan

Pada

Zulhas: Impor Candu Penghabat Kemajuan dan Kemandirian Bangsa

Realitarakyat.com – Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan alias Zulhas mengangkat isu impor yang telah menjadi candu penghambat kemajuan dan kemandirian bangsa.

Melalui channel youtube, Zulhas membuat pidato politik bertajuk “Candu Impor dan Bahayanya untuk Demokrasi” pada Rabu (14/4/2021).

Zulhas mengatakan, sudah 23 tahun reformasi 1998 kita lalui. Seharusnya reformasi memberikan rakyat kesejahteraan, keadilan, kedaulatan, kesetaraan. Namun rasanya cita-cita itu masih jauh panggang dari api.

“Dalam 23 tahun reformasi kita justru masih dihimpit persoalan. Mulai dari impor pangan yang menunjukkan tak adanya kedaultaan pangan. Hingga lilitan utang luar negeri yang terus meningkat,” ungkap Zulhas.

Ia juga menyebut kebijakan impor muncul akibat adanya para pemburu rente yang ingin terus langgeng di negeri Indonesia yang kaya ini.

“Para pemburu rente itu mencari keuntungan sesaat dan rela mengorbankan nasib rakyat kecil. Nasib petani dan anak cucu kita di kemudian hari,” jelas Zulhas.

Zulhas mengatakan, sejatinya impor yang terjadi di Indonesia tak hanya komoditas beras saja. Tapi komoditas lain juga. Data BPS 2020 mengatakan rata-rata per tahun Indonesia impor kedelai 1,2 juta ton, bawang putih hampir 600 ribu ton, daging sapi cukup besar, dan gula pasir 2,95 juta ton.

“Yang lebih menyedihkan ada lagi impor garam 2,9 juta ton. Jadi tentu ada masalah dengan impor-impor ini. Apakah laut Indonesia masih kurang luas sehingga harus impor garam?” ungkap Zulhas.

Kebijakan impor ini, jelasnya, menunjukkan cara berpikir jangka pendek belaka. Seharusnya kita fokus pemberdayaan petani lokal. Meningkatkan kapasitasnya untuk memperkuat produksi lokal. Kemudian sistem distribusi dibenahi. Spekulan mafia diberantas.

“Selain kasihan pada petani, kita juga malu sudah memiliki daratan yang subur serta lautan yang luas, masih saja tergantung sama komoditas impor,” urainya.

Indonesia perlu segera mewujudkan swasembada. Sebab saat ini supermarket dan pasar-pasar masih dibanjiri buah-buahan dan sayur-sayuran impor.

“Padahal seandainya kita bisa menghentikan kebiasaan impor ini dan biayanya dipakai buat reformasi dan repietasi pertanian, maka lumbung pangan nasional dan swasembada pangan akan tercapai. Insya Allah,” tandas Zulhas.

Terakhir, Zulhas ingin menyatakan bahwa permainan impor ini ada kaitannya dengan politik. Biaya politik yang besar dan ongkos demokrasi yang tinggi punya hubungan erat dengan permainan impor tersebut.[prs]

 

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Politik

Legislator PKS Miris KPK-KemenPAN-RB Saling Lempar Tanggung Jawab Soal Nasib 75 Pegawai Tak Lolos TKW

Diterbitkan

Pada

Legislator PKS Miris KPK-KemenPAN-RB Saling Lempar Tanggung Jawab Soal Nasib 75 Pegawai Tak Lolos TKW
Baca Berita

Politik

PKS Duga Ada Upaya de-Habibienisasi

Diterbitkan

Pada

PKS Duga Ada Upaya de-Habibienisasi
Baca Berita

Politik

Sambangi Habib Kwitang, AHY: Kita Keluarga

Diterbitkan

Pada

Sambangi Habib Kwitang, AHY: Kita Keluarga
Baca Berita
Loading...