Connect with us

Kesehatan

Waspada Saraf Terjepit, Ini Cara Pencegahannya

Diterbitkan

Pada

Waspada Saraf Terjepit, Ini Cara Pencegahannya

Realitarakyat.com – Penyakit saraf terjepit terjadi ketika ada kompresi atau tekanan pada saraf. Tekanan tersebut disebabkan oleh gerakan berulang atau terjadi karena menahan tubuh pada satu posisi dalam waktu lama, seperti menahan siku saat tidur.

Saraf paling rentan di tempat-tempat di tubuh di mana mereka bergerak melalui ruang sempit tetapi memiliki sedikit jaringan lunak untuk melindunginya. Tekanan saraf sering terjadi ketika saraf ditekan di antara jaringan seperti ligamen, tendon dan tulang.

Misalnya, peradangan atau tekanan pada akar saraf yang keluar dari tulang belakang dapat menyebabkan nyeri leher atau punggung bawah. Ini juga dapat menyebabkan rasa sakit menyebar dari leher ke bahu dan lengan (radikulopati serviks).

Dilansir dari Web MD, nyeri juga bisa menjalar ke tungkai dan kaki (radikulopati lumbal atau nyeri saraf skiatik). Gejala-gejala ini umumnya disebakan dari perubahan yang berkembang di cakram tulang belakang dan tulang.

Misalnya, jika cakram tergelincir keluar dari tempatnya atau menonjol (disk hernia), tekanan dapat terjadi pada saraf tulang belakang. Tekanan saraf di leher atau lengan juga dapat menyebabkan gejala di area seperti siku, tangan, pergelangan tangan dan jari.

Adapun kondisi ini dapat menyebabkan neuropati perifer dan carpal tunnel syndrome. Jika tekanan saraf berlangsung lama, penghalang pelindung di sekitar saraf bisa rusak. Cairan dapat menumpuk sehingga menyebabkan pembengkakan, tekanan ekstra, jaringan parut yang mana mengganggu fungsi saraf.

Sejumlah kondisi juga diketahui bisa menjadi penyebab dan faktor risiko saraf terjepit seperti halnya cedera, stres karena pekerjaan yang berulang-ulang, hobi atau kegiatan olahraga, kegemukan, seks, penyakit tiroid, diabetes, penggunaan berlebihan, hamil dan istirahat di tempat tidur yang lama.

Meski demikian, saraf terjapit dapat dicegah dengan cara pertahankan posisi yang baik, jangan menyilangkan kaki atau berbaring di satu posisi untuk waktu yang lama. Gabungkan olahraga kekuatan dan fleksibilitas. Batasi aktivitas yang berulang dan sering-seringlah beristirahat saat melakukan aktivitas ini dan pertahankan berat badan yang sehat.[prs]

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kesehatan

Waduh, Sisa Stok Vaksin Covid-19 Hanya Untuk 20 Hari ke Depan Saja

Diterbitkan

Pada

Waduh, Sisa Stok Vaksin Covid-19 Hanya Untuk 20 Hari ke Depan Saja
Baca Berita

Kesehatan

Jumlah Pasien COVID-19 Sembuh di RSD Wisma Atlet 78.147 Orang

Diterbitkan

Pada

Penulis

Jumlah Pasien COVID-19 Sembuh di RSD Wisma Atlet 78.147 Orang
ilustrasi (ist/net)
Baca Berita

DPR

DPR Sarankan Pemerintah Tutup Pintu Masuk Pintu Kedatangan Internasional

Diterbitkan

Pada

Penulis

DPR Sarankan Pemerintah Tutup Pintu Masuk Pintu Kedatangan Internasional
Anggota Komisi IX DPR RI Anas Thahir (ist/net)
Baca Berita
Loading...