Usai Patung Bambu, Kini Anies Baswedan Kembali Buat Tugu Sepeda, Anggota DPRD DKI : Itu hanya Buang Buang Uang

  • Bagikan
Usai Patung Bambu, Kini Anies Baswedan Kembali Buat Tugu Sepeda, Anggota DPRD DKI : Itu hanya Buang Buang Uang
image_pdfimage_print

Realitarakyat.com – Anggota DPRD DKI Jakarta Gilbert Simanjuntak mempertanyakan makna dari tugu sepeda di kawasan Jalan Jendral Sudirman, Jakarta Pusat, yang saat ini dalam tahap pembangunan.

“Tugu itu dibangun untuk menghormati seseorang atau sesuatu yang legendaris, dengan pengorbanan atau patriotiknya. Apa yg legendaris dari sepeda? sampai dibangunkan tugu di jalan protokol,” kata Gilbert dalam pesan singkatnya di Jakarta, Jumat.

Politisi PDI Perjuangan tersebut menilai tugu sepeda senilai Rp800 juta itu, tak punya manfaat buat masyarakat Jakarta dan tidak menunjukkan kebijakan yang memikirkan skala prioritas.

Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta ini juga meminta Anies untuk membuat kebijakan yang jauh lebih berguna dan pro rakyat sebagaimana yang dilakukan pendahulunya.

Ketimbang membuat sesuatu yang kecil manfaatnya, lebih baik fokus pada berbagai permasalahan pelik lainnya di Jakarta saat ini seperti masalah penanganan banjir atau penuntasan COVID-19, kata Gibert,

“Kalau mau buat ‘legacy’, adalah dengan kebijakan yang pro rakyat seperti yang dilakukan para gubernur sebelumnya,” kata Gilbert.

Lebih lanjut, Gilbert menyayangkan keberadaan Anies Baswedan yang jarang muncul pada awak media, bahkan untuk menjelaskan progres berbagai program yang telah dia buat pada masa kampanye Pilkada DKI Jakarta 2017.

Padahal menurut Gilbert, program-program itu hingga di penghujung masa jabatan Anies masih jauh dari target.

“Sekarang kesannya gubernur yang tidak bekerja optimal seperti menjelaskan kasus Formula E, Korupsi Sarana Jaya, Jaklingko, Rumah DP Rp0 yang jauh dari target dan lain-lain,” tuturnya.

Lanjut Gilbert, Sebelumnya juga Anies baswedan bangun patung bambu dengan nilai Rp 550 Juta dan akhirnya di bongkar.

“Saya sejak awal telah menyayangkan pembongkaran instalasi seni bambu ‘Getah-Getih’. Pasalnya instalasi tersebut menghabiskan anggaran mencapai Rp550 juta.

Gilbert menilai, pembongkaran instalasi tersebut menunjukkan tidak matangnya perencanaan pembangunan pada masa pemerintahan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Untuk itu, dia menyarankan, BPK, maupun Kejaksaan dan KPK harus meminta penjelasan kepada Pemda DKI, agar tidak semau maunya buang buang uang.

“Sekarang Rp550 juta harus hilang begitu aja dalam waktu setahun tanpa ada guna bagi masyarakat. Ini bukti perencanaan yang dilakukan Anies tidak matang,dan ini harus dipertanggungjawabkan” tegasnya.

Menurutnya, anggaran yang ada di APBD DKI harus dimaksimalkan untuk kepentingan masyarakat. Jangan sampai program atau pembangunan yang dilakukan hanya berlaku sementara tanpa memberikan nilai positif bagi warga Ibu Kota.

“Uang untuk bangun instalasi itukan dari masyarakat. Ya harusnya balik lagi ke masyarakat. Kalau cuman dibuang, sayang sekali, dan saya minta semua Pihak Aparatur hukum agar meminta pertanggungjawaban Pemda DKI” ujarnya.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bakal membangun tugu sepeda di kawasan Sudirman, Jakarta Pusat. Pembangunan tugu sepeda di Jakarta merupakan bagian dari rencana pembuatan jalur sepeda permanen di kawasan Jakarta Pusat.

“Anggaran tugunya Rp800 juta,” kata Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria.

Politisi Gerindra itu menjelaskan, biaya yang dipakai membangun monumen itu tidak bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta. Uang itu didapatkan dari anggaran dari kewajiban pihak swasta yang nilainya Rp28 milar.

“Tugu sepeda ini dapat anggaran dari kewajiban pihak swasta, pihak ketiga,” tutur Riza.(Din)

 

  • Bagikan