Connect with us

Headline

Tamliha Tak Sepakat Jika Salafi dan Wahabi Penyebab Terorisme di Indonesia

Diterbitkan

Pada

Tamliha Tak Sepakat Jika Salafi dan Wahabi Penyebab Terorisme di Indonesia

Realitarakyat.com – Anggota Komisi I DPR RI Fraksi PPP Syaifullah Tamliha mengaku tidak setuju dengan ucapan Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siraj jika bahaya laten di Indonesia adalah radikalisme, salafi dan wahabi.

“Saya juga kurang sependapat jika bahaya laten yang lebih utama di negeri ini adalah radikalisme, wahabi dan salafi. Seperti yang diungkapkan oleh ketua umum tanfiziah PBNU profesor Dr Said Aqil Siradj,” ungkapnya dalam diskusi Dialektika Demokrasi DPR yang bertajuk “Lawan Geliat Radikal-Terorisme di Tanah Air” di Media Center DPR, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (1/4/2021).

Politikus PPP ini menjelaskan, pelaku terorisme sudah ada lama dengan beragam istilahnya. Karena tidak bisa untuk langsung menjustifikasi kepada satu golongan saja.

Namun ia yakin, semua jajaran intelijen, baik BIN, BAIS milik TNI, Intelkam milik Polri, Jaksa Agung Muda Intelijen dan seluruh struktur yang ada di Intelejen itu termasuk BNPT sudah mengetahui jaringan itu, sudah mengerti bahwa jaringan itu sudah terpapar, oleh paham paham radikalisme dan terorisme.

“Oleh karena itu, kita berharap pencegahan terhadap tindak pidama terorime itu, itu bisa dilakukan sedini mungkin, tanpa terlebih dahulu mereka melakukan teror, karena konstitusi sudah memberikan kewenangan kepada polisi untuk melakukan penangkapan jika dia terindikasi melakukan perbuatan teror,” ucap Tamliha.

Tamliha juga meminta kepada ormas agama besar seperti PBNU dan Muhammadiyah dan negara untuk membina para pelaku teror yang ditangkap oleh pihak berwajib.

“Saya kira yang saya harapkan adalah semua mereka itu mesti dibina dengan baik, pemahaman agama tidak semua dimiliki secara kaffah, secara sempurna, mungkin mereka ambil sepotong-sepotong ayat dalam alqur’an kemudian melakukan tindakan terorisme, itu adalah tugas ormas keagamaan dan negara untuk membimbing mereka agar tidak terpapar oleh ajaran-ajaran atau aliran terorisme mungkin itu yang bisa saya sampaikan,” imbuhnya.

Diketahui, Ketum PBNU KH Said Aqil Siradj berpendapat, apabila bangsa Indonesia ingin menghabiskan jaringan radikalisme dan teroris, maka harus sampai ke benihnya.

Menurut Said Aqil Siradj, benih-benih terorisme itu berasal dari ajaran Wahabi. Said Aqil mengatakan, inti ajaran Wahabisme bukanlah terorisme, Tapi, dari paham Wahabi itulah muncul bibit-bibit teroris. Pasalnya, kata Kiai Said, ajaran wahabi memusyrikkan segala hal.

“Kalau sudah Wahabi, ini musyrik, ini musyrik, ini bidah, ini enggak boleh, ini sesat, ini dhalal, ini kafir, itu langsung satu langkah lagi, satu step lagi, sudah halal darahnya boleh dibunuh,” kata Said Aqil saat membuka webinar Mencegah Radikalisme & Terorisme Untuk Melahirkan Keharmonisan Sosial, Selasa (30/3/2021).

Selain Wahabi, kata dia, ajaran Salafi juga menjadi pintu masuk terorisme. Sebab, Wahabi maupun Salafi sama-sama mengajarkan apa pun yang tidak sama dengan zaman Rasulullah SAW, maka termasuk sesat.

“Walaupun mereka naik mobil sih, bukan naik unta. Tapi apapun yang kita lakukan, kalau tak seperti Rasulullah, katanya bidah. Kalau bidah berarti sesat. Kalau sesat berarti neraka,” tuturnya.

“Setiap barang yang baru, yang tidak ada di zaman Rasulullah bidah. Setiap bidah, sesat, bisa masuk neraka. Ajaran seperti ini pintu masuk untuk menjadi terorisme, menghalalkan darah sesama orang.”[prs]

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

DPR

Menteri Erick Ingin Beli Peternakan di Luar Negeri, Firman Soebagyo : Memang Indonesia Kekurangan Lahan?

Diterbitkan

Pada

Menteri Erick Ingin Beli Peternakan di Luar Negeri, Firman Soebagyo : Memang Indonesia Kekurangan Lahan?
Baca Berita

Headline

Perbaikan PP tentang Standar Pendidikan Nasional Harus Segera Direalisasikan

Diterbitkan

Pada

Perbaikan PP tentang Standar Pendidikan Nasional Harus Segera Direalisasikan
Baca Berita

Headline

BNSP Larang Dewan Pers Keluarkan Sertifikasi Wartawan

Diterbitkan

Pada

BNSP Larang Dewan Pers Keluarkan Sertifikasi Wartawan
Baca Berita
Loading...