Connect with us

Politik

Soal Terorisme, Fahri Hamzah: Jangan Campur Adukan Ruang Agama dengan Negara

Diterbitkan

Pada

Soal Terorisme, Fahri Hamzah: Jangan Campur Adukan Ruang Agama dengan Negara

Realitarakyat.com – Saat ini diperlukan keberanian dari para wakil dewan di parlemen untuk mengajukan pertanyaan mendalam dalam mengungkap setiap rangkaian tindak pidana terorisme yang ada di Indonesia.

Demikian dikatakan Wakil Ketua DPR RI 2014-2019, Fahri Hamzah dalam acara diskusi Dialektika DPR RI bertajuk ‘Lawan Geliat Radikal-Terorisme di Tanah Air’, di Komplek Parlemen, Senayan, Kamis (1/4/2021).

Menurutnya, anggota dewan itu memiliki hak imunitas dan bertanya untuk memberikan pertanyaan sedalam dan seluas-luasnya tanpa takut bisa dituduh bagian dari terorisme itu.

“Karena kalau kita ini (publik) kan ada kemungkinan, kalau kita tidak pro kepada jalan dari para penyelenggara negara, lalu kita mengajukan satu sikap kritis, bisa-bisa kita karena masalah, dianggap menjadi bagian, misalnya istilah mempengaruhi,” kata Fahri.

Dalam kesempatannya itu, Fahri juga mengkritisi ikhwal pernyataan Presiden Jokowi yang meminta agar tindakan terorisme yang terjadi di Gereja Katedral di Makassar tidak dikaitkan dengan agama. Pernyataan itu, sambung dia, sangat kontraproduktif dengan apa yang terjadi di lapangan.

“Faktanya pakai jilbab, pakai cadar teriak Allahuakbar, apalagi kemudian yang di bom gereja, nama grupnya Jamaah Ansharut Daulah (JAD) dan lain-lain lah, terus presiden mengatakan jangan hubungan dengan agama, mana bisa,”sebut wakil ketua umum DPN Partai Gelora Indonesia itu.

Masih dikatakan Fahri, dirinya mengajak pemerintah untuk membangun pola pikir antara agama dan negara yang semestinya tidak dicampur adukan.

“Karena kalau dua hal ini dicampur maka persoalan ini tidak akan pernah selesai. Negara tidak mungkin dapat memperbaiki agama. Sebaliknya, agama dapat merefom negara atau membentuk negara,” papar dia.

“Bila negara mengurusi ranah agama, maka negara akan kelelahan, kehabisan energi, itu sebabnya saya selalu meminta agar kita melihat hal ini dari dua perspektif, dimana ruang agama dan dimana ruang negara,” tambahnya.

Oleh karena itu, kata Fahri, bila melihat aksi terorisme ini merupakan masalah agama, maka kembalikan ke agama, negara tidak bisa masuk dalam ranah ini.

“Tugas negara, berada di ruang negara, makannya kalau ada seorang perempuan masuk ke Mabes Polri bawa senjata, bobol, itu bukan soal agama, itu soal pengamanan,” kata dia.

“Kalau kita pinter membagi tugas itu kita akan bisa menyelesaikannya. Sebab kalau ini dibikin kacau lebih jauh, ini kan pretensinya ka kita tidak mau menyelesaikan,” pungkasnya.[prs]

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Politik

Fauzi Amro Sesalkan Aksi Penganiayaan Perawat di Rumah Sakit Siloam Palembang

Diterbitkan

Pada

Fauzi Amro Sesalkan Aksi Penganiayaan Perawat di Rumah Sakit Siloam Palembang
Baca Berita

Politik

MUI: Jozeph Paul Zhang Hina Nabi Muhammad SAW dan Lecehkan Ajaran Islam

Diterbitkan

Pada

MUI: Jozeph Paul Zhang Hina Nabi Muhammad SAW dan Lecehkan Ajaran Islam
Baca Berita

Politik

Kecam Keras, PBNU Minta Polisi Tangkap Jozeph Paul Zhang

Diterbitkan

Pada

Kecam Keras, PBNU Minta Polisi Tangkap Jozeph Paul Zhang
Baca Berita
Loading...