Connect with us

Nasional

Saudi Belum Setujui Vaksin Sinovac Jadi Persyaratan Jemaah Haji dan Umroh

Diterbitkan

Pada

Saudi Belum Setujui Vaksin Sinovac Jadi Persyaratan Jemaah Haji dan Umroh
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas (ist/net)
image_pdfimage_print

Realitarakyat.com – Vaksin Sinovac belum disetujui oleh Pemerintah Arab Saudi untuk menjadi salah satu persyaratan agar jemaah haji dan umrah bisa masuk ke negara mereka.

Menag Yaqut Cholil Qoumas mengatakan vaksin sinovac yang digunakan sebagai salah satu vaksin masyarakat Indonesia itu belum menerima sertifikasi dari lembaga kesehatan dunia atau WHO.

“Soal Sinovac, sebenarnya bukan tidak disetujui pak, tidak begitu. Jadi persyaratan yang diberikan Pemerintah Saudi untuk bisa menerima jemaah umroh, itu syaratnya adalah sudah divaksin,” kata Yaqut memberi penjelasan kepada Anggota DPR RI Komisi VIII dalam rapat, Kamis (8/4).

Dia mengatakan, Pemerintah Arab Saudi memang memberi beberapa persyaratan untuk negara yang hendak memberangkatkan warganya beribadah umroh dan haji. Salah satunya berkaitan wajib sudah menjalani vaksinasi.

Pun begitu, kata Yaqut, Pemerintah Arab Saudi meminta vaksin yang digunakan adalah vaksin yang sudah disertifikasi WHO. Sinovac yang digunakan Indonesia dalam hal ini belum disertifikasi.

“Vaksinnya itu harus sertificated WHO. Jadi sudah disertifikasi WHO. Sementara Sinovac belum. Kalau belum, itu bukan berarti tidak,” kata Yaqut.

Yaqut meyakini saat ini proses sertifikasi itu tengah dilakukan WHO terhadap vaksin Sinovac.

Dalam kesempatan rapat itu, Yaqut tak memungkiri bahwa saat ini ada perang dagang dan geopolitik berkaitan dengan jual beli vaksin masa pandemi. Namun dia tak menjelaskan lebih lanjut.

Yaqut saat ini belum melakukan komunikasi secara langsung dengan Menteri Inadah Haji Arab Saudi lantaran menteri Ibadah Haji Arab Saudi yang lama sudah direshuflle. Pihaknya belum mendapat akses langsung dengan menteri yang baru ini.

“Tapi kita sedang usaha terus supaya dapat akses langsung. Selama ini kita komunikasi hanya korespondensi saja, surat menyurat dan saya kira kalau surat ini kan kaya kita jaman SMA dulu, jadi agak lama jawabnya kita harap sih bisa ketemu langsung,” kata dia.[prs]

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Nasional

Penggunaan Aplikasi PeduliLindungi Diterapkan di 14 Pasar Rakyat

Diterbitkan

Pada

Penulis

Penggunaan Aplikasi PeduliLindungi Diterapkan di 14 Pasar Rakyat
Baca Berita

Nasional

Keamanan Nakes di Papua Dipastikan Jadi Perhatian TNI-Polri

Diterbitkan

Pada

Penulis

Keamanan Nakes di Papua Dipastikan Jadi Perhatian TNI-Polri
Baca Berita

Nasional

Surat Edaran Penerima Bantuan Ponpes yang Beredar Dipastikan Hoaks

Diterbitkan

Pada

Penulis

Surat Edaran Penerima Bantuan Ponpes yang Beredar Dipastikan Hoaks
Baca Berita
Loading...