Connect with us

Kesehatan

Poempida Dukung Langkah Menaker Larang PMI Mudik Lebaran Tahun Ini

Diterbitkan

Pada

Poempida Dukung Langkah Menaker Larang PMI Mudik Lebaran Tahun Ini
image_pdfimage_print

Realitarakyat.com – Pemerhati Ketenagakerjaan, Poempida Hidayatullah Djatiutomo mendukung langkah Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziah yang melarang Pekerja Migran Indonesia (PMI) mudik lebaran tahun ini.

“Larangan jika memang dalam konteks tujuan yang baik, itu boleh saja selama tujuannya cukup jelas dan masuk akal,” kata Poempida kepada realitarakyat.com, Selasa (20/4/2021).

Menurut mantan anggota Komisi IX DPR ini, dalam kondisi new normal seperti ini, mudik menyebabkan pptensi kerumunan yang tidak dapat dikendalikan.

“Sehingga pelarangan mudik dapat dijadikan sesuatu yang logis. Halal ini juga termasuk pekerja migran. Permasalahannya mereka juga mudik sampai kampung. Tidak hanya di Jakarta,” tukas eks anggota Dewas BPJS Ketenagakerjaan ini.

Diketahui, Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah meminta para pekerja migran Indonesia (PMI) yang sedang berada di negara-negara penempatan untuk menunda mudik pada Lebaran tahun ini.

“Tentu banyak PMI yang ingin mudik karena rindu dengan keluarga, ibu, bapak, anak, dan kerabat lainnya di kampung halaman. Dalam kesempatan ini, saya sangat berharap, meminta agar niat mudik ditunda dulu,” kata Menaker Ida dalam pernyataan resmi di Jakarta, Minggu (18/4/2021).

Ida mengatakan meski langkah mengatasi pandemi COVID-19 terus dilakukan dan program vaksinasi masih berjalan, tapi situasi Tanah Air belum sepenuhnya kondusif.

Selain itu, perjalanan yang memakan waktu dari negara penempatan ke Indonesia akan meningkatkan potensi penularan COVID-19 kepada para PMI.

“Kemungkinan tertular COVID19 dalam perjalanan masih sangat besar, karena penerbangan yang panjang dan lama menuju Tanah Air. Kasihan jika keluarga di kampung ikut terkena nantinya,” ujar Ida.

Selain itu, jika mudik telah usai, ada kemungkinan negara penempatan tidak memperbolehkan para pekerja Indonesia untuk masuk kembali. Jika diperbolehkan untuk lolos juga memiliki persyaratan sangat ketat, seperti melakukan tes PCR dan karantina selama beberapa pekan.

Karena itu, Ida meminta agar para pekerja migran untuk bersabar dan memanfaatkan teknologi untuk berkomunikasi dengan keluarga di ruang virtual untuk merayakan Idul Fitri 2021.

“Permohonan maaf kepada ibu dan bapak di kampung bisa melalui video call atau telepon. Uang Lebaran untuk anak-anak bisa ditransfer, hadiah-hadiah bagi mereka bisa dikirimkan via pos. Banyak cara yang aman untuk menunjukkan cinta dan ridha kita kepada keluarga,” tegas Ida.[prs]

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Headline

Ternyata Kandungan Buah Pisang yang Dapat Menjadi Lapisan Anti Radang pada Lambung dan Usus

Diterbitkan

Pada

Penulis

Ternyata Kandungan Buah Pisang yang Dapat Menjadi Lapisan Anti Radang pada Lambung dan Usus
Baca Berita

Kesehatan

Lewat Fasilitas COVAX, Indonesia Kembali Terima Donasi Vaksin dari AS dan Prancis

Diterbitkan

Pada

Penulis

Lewat Fasilitas COVAX, Indonesia Kembali Terima Donasi Vaksin dari AS dan Prancis
ilustrasi (ist/net)
Baca Berita

TNI / Polri

TNI AL Gelar Vaksinasi Maritim di Tanjung Pasir Tangerang

Diterbitkan

Pada

Penulis

TNI AL Gelar Vaksinasi Maritim di Tanjung Pasir Tangerang
ilustrasi (ist/net)
Baca Berita
Loading...