Connect with us

Nasional

PM Singapura Sebut Junta Myanmar Tak Menentang Peran ASEAN

Diterbitkan

Pada

PM Singapura Sebut Junta Myanmar Tak Menentang Peran ASEAN
Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong (ist/net)

Realitarakyat.com – Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong mengatakan bahwa pemimpin junta Myanmar Min Aung Hlaing tidak menentang kunjungan delegasi dari ASEAN untuk membantu mencari solusi atas krisis politik di negara itu.

“Dia mengatakan dia mendengar kami, dia akan mengambil poin-poin yang ia anggap berguna, bahwa dia tidak menentang peran konstruktif ASEAN, atau kunjungan delegasi ASEAN, atau bantuan kemanusiaan […] dan bahwa mereka akan bergerak maju dan terlibat dengan ASEAN dengan cara yang konstruktif,” kata Lee kepada Channel NewsAsia, setelah mengikuti ASEAN Leaders’ Meeting, di Jakarta, Sabtu (24/4/2021).

Dihadiri oleh para pemimpin Indonesia, Vietnam, Singapura, Malaysia, Kamboja, dan Brunei Darussalam, bersama dengan para menteri luar negeri Laos, Thailand, dan Filipina, pertemuan itu merupakan upaya internasional terkoordinasi pertama untuk secara khusus membahas penyelesaian isu Myanmar, yang dilanda konflik dan kekerasan pasca penggulingan pemerintah terpilih pimpinan Aung San Suu Kyi oleh militer.

Dalam pertemuan tersebut, para pemimpin ASEAN mencapai lima poin konsensus yaitu pertama, bahwa kekerasan harus segera dihentikan di Myanmar dan semua pihak harus menahan diri sepenuhnya; kedua, dialog konstruktif di antara semua pihak yang berkepentingan dimulai untuk mencari solusi damai bagi kepentingan rakyat.

Selanjutnya, poin konsensus ketiga yaitu utusan khusus Ketua ASEAN akan memfasilitasi mediasi proses dialog dengan bantuan Sekretaris Jenderal ASEAN; keempat, ASEAN akan memberikan bantuan kemanusiaan melalui AHA Centre; serta kelima, utusan khusus dan delegasi akan mengunjungi Myanmar untuk bertemu dengan semua pihak terkait.

Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin menyebut ASEAN Leaders’ Meeting berhasil diselenggarakan untuk menangani krisis di Myanmar.

“Kami telah berhasil. Di luar ekspektasi kami mendapatkan hasil dari pertemuan hari ini,” kata Muhyiddin, menurut laporan Bernama.

Ia juga menyampaikan bahwa Myanmar menanggapi dengan baik dan tidak menolak tiga proposal yang diajukan oleh Malaysia untuk menyelesaikan konflik, yang sebagian besar telah termuat dalam konsensus ASEAN.

“Myanmar menanggapi dengan baik dan tidak menolak ketiga proposal oleh Malaysia. Jenderal Min setuju bahwa kekerasan harus dihentikan,” tutur Muhyiddin.

Myanmar telah berada dalam krisis sejak militer merebut kekuasaan dari pemerintahan terpilih yang dipimpin Aung San Suu Kyi, dalam kudeta pada 1 Februari 2021.

Pihak militer menangkap penasihat negara Aung San Suu Kyi, Presiden Win Myint, para politikus dari partai pemenang pemilu, yaitu Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD), serta sejumlah aktivis prodemokrasi dan hak asasi manusia (HAM) di Myanmar.

Unjuk rasa pembangkangan sipil yang hampir setiap hari dilakukan untuk menentang kudeta Myanmar ditanggapi dengan kekerasan oleh pasukan keamanan hingga menewaskan ratusan orang.

Menurut data Lembaga Bantuan untuk Tahanan Politik Myanmar (AAPP), korban tewas dalam unjuk rasa anti kudeta di Myanmar sudah mencapai lebih dari 600 orang. (rtr/ant/ndi)

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Nasional

Sidang Isbat, 1 Syawal 1442 Hijriah Jatuh Pada 13 Mei Lusa

Diterbitkan

Pada

Sidang Isbat, 1 Syawal 1442 Hijriah Jatuh Pada 13 Mei Lusa
Baca Berita

Nasional

Tok! PBNU Tetapkan 1 Syawal 1442 Hijriah Pada Kamis 13 Mei Mendatang

Diterbitkan

Pada

Tok! PBNU Tetapkan 1 Syawal 1442 Hijriah Pada Kamis 13 Mei Mendatang
Baca Berita

Nasional

Tim Falakiyah Kemenag: Posisi Hilal Belum Terlihat dari 88 Titik Pemantauan di 34 Provinsi

Diterbitkan

Pada

Tim Falakiyah Kemenag: Posisi Hilal Belum Terlihat dari 88 Titik Pemantauan di 34 Provinsi
Baca Berita
Loading...