Connect with us

Ekonomi

Perluasan Infastruktur Digital, Politisi Gerindra: Menteri Kominfo Tak Punya Nyali Tegur Operator Seluler

Diterbitkan

Pada

Perluasan Infastruktur Digital, Politisi Gerindra: Menteri Kominfo Tak Punya Nyali Tegur Operator Seluler
Politisi Partai Gerindra, Arief Poyuono (ist/net)
image_pdfimage_print

Realitarakyat.com – Politisi Partai Gerindra, Arief Poyuono, mempertanyakan sikap Menteri Kominfo, Johnny G Plate yang dinilai tidak punya nyali untuk menegur operator seluler terkait perluasan akses dan peningkatan infastruktur digital di 12.500 desa atau kelurahan dan titik-titik layanan publik.

Padahal, kata dia, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah mengingatkan jajaran menteri terkait untuk segera mempercepat perluasan akses dan peningkatan infastruktur digital yang disampaikan dalam Rapat Terbatas Perencanaan Transformasi Digital, beberapa waktu lalu.

Sebelumnya, Jokowi mengatakan dirinya sudah memerintahkan Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate untuk mempercepat penyediaan layanan internet di 12.500 desa atau kelurahan dan titik-titik layanan publik.

“Segera lakukan percepatan perluasan akses dan peningkatan infrastruktur digital. Saya kita kemarin kita sudah bicara dengan Menkominfo mengenai ini. Kemudian percepatan penyediaan layanan internet di 12.500 desa atau kelurahan serta di titik-titik layanan publik,” ujar Jokowi.

Namun apa yang terjadi sampai hari ini? “Belum terealisasi karena Menteri Kominfo tidak punya nyali untuk menegor operator seluler yang tidak membangun infrastrukturnya untuk mendukung program Jokowi tersebut,” ujar Arief Poyuono, dalam keterangan tertulisnya yang diterima Realitarakyat.com, Selasa (20/4/2021).

Salah satunya adalah operator seluler XL axiata yang sahamnya dikuasai oleh Axiata Malaysia.

Dimana operator XL Axiata tidak melakukan pembangunan infrastrukturnya terutama di daerah Indonesia timur, padahal itu bagian dari komitmen operator seluler

Dan mendapatkan izin penyelenggaraan jaringan bergerak selular secara nasional, para operator telah berjanji untuk membangun infrastruktur telekomunikasi selular di seluruh daerah, termasuk di daerah nonkomersial.

“Berbagai alasan kerap diutarakan operator untuk tidak memenuhi komitmen pembangunannya. Dahulu isu tidak adanya backbone dipakai untuk menghindari komitmen pembangunan. Namun kini dengan tersedianya Palapa Ring Paket Timur, Tengah, dan Barat, seharusnya tidak ada alasan bagi operator telekomunikasi untuk tidak membangun di 3.435 desa tersebut

Dan terkait hal tersebut apalagi saat covid 19 dibutuhkan jaringan telekomunikasi secara online untuk mendukung aktifitas ekonomi Dan sosial perlu semua desa itu tersambung dengan telekomunikasi

Karena itu Kominfo seharus nya segera melakukan audit terhadap komitmen pembangunan pt XL axiata yang hanya membangun di daerah yg menguntungkan secara business

Jika audit sudah dilakukan dan XL Axiata melanggar ketentuan bisnis seluler maka Kominfo harus mencabut izin XL axiata. (ndi)

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ekonomi

BI dan Muhammadiyah Kerjasama Perkuat Pengembangan Ekonomi dan Keuangan Syariah

Diterbitkan

Pada

Penulis

BI dan Muhammadiyah Kerjasama Perkuat Pengembangan Ekonomi dan Keuangan Syariah
Bank Indonesia/Net
Baca Berita

Ekonomi

Kenaikan Cukai Rokok Malah Bakal Buat Petani Tembakau Jadi Korban

Diterbitkan

Pada

Penulis

Kenaikan Cukai Rokok Malah Bakal Buat Petani Tembakau Jadi Korban
Baca Berita

Ekonomi

Menteri Bahlil Klaim 7 Negara Mau Investasi Baterai Listrik di Indonesia

Diterbitkan

Pada

Penulis

Menteri Bahlil Klaim 7 Negara Mau Investasi Baterai Listrik di Indonesia
Menteri Investasi/Kepala BKPM, Bahlil Lahadalia/Net
Baca Berita
Loading...