Connect with us

Headline

Pengamat Politik : MLB PKB Bisa Terjadi Jika Kekuatan Eksternal Bersatu Dengan Kekuatan Internal

Diterbitkan

Pada

Pengamat Politik : MLB PKB Bisa Terjadi Jika Kekuatan Eksternal Bersatu Dengan Kekuatan Internal

Realitarakyat.com – Wacana Muktamar Luar Biasa (MLB) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) muncul belakangan ini. Penyebabnya, PKB di bawah Muhaimin Iskandar atau Cak Imin dinilai sering melanggar Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) hasil Muktamar Bali 2019.

Maka itu, para kader PKB pengusul MLB itu menginginkan pergantian ketua umum partai politik berbasis massa Nahdlatul Ulama (NU) itu. Terkait hal tersebut, Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR), Ujang Komarudin menilai, wacana MLB PKB itu bisa saja terealisasi.

“Jika kekuatan di internal PKB tersebut bertemu dengan kekuatan eksternal seperti kubu Gus Dur yang ada di pemerintahan, bisa saja wacana itu akan semakin membesar dan bisa jadi kenyataan,” ujar Ujang Komarudin kepada SINDOnews, Sabtu (17/4/2021).

Karena kata Ujang, di politik itu tidak ada yang tak mungkin. Namun persoalannya, kata Ujang, apakah para ketua DPC PKB yang mendorong MLB itu mampu atau tidak mempengaruhi hak pemilih suara dari DPC-DPC dan DPW-DPW.

“Jika bisa ya akan jalan. Jika tidak, maka wacana itu hanya sekadar wacana, akan sulit direalisasikan,” pungkasnya. Baca juga: Yenny Wahid Ingin Sesepuh PKB Ingat Perlakuan Cak Imin terhadap Gus Dur

Sementara itu, wacana MLB PKB itu sampai ke telinga Putri Presiden RI Keempat Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, Zannuba Ariffah Chafsoh atau akrab dipanggil Yenny Wahid.

“Mbak Yenny sudah mendengar berita-berita menyangkut dinamika internal PKB pasca dilangsungkannya Muscab serentak Tahun 2021 yang menimbulkan ketidakpuasan pengurus daerah. Dalam pandangan kami, PKB dibawah kepemimpinan Muhaimin Iskandar semakin menunjukkan watak oligarkis dan nepotisme yang tidak sehat bagi pengembangan demokrasi,” ujar Juru Bicara Yenny Wahid, Imron Rosyadi Hamid.

Pihaknya pun mengetuk mengetuk kesadaran semua pihak termasuk internal DPP PKB, bahkan para sesepuh agar mengingatkan Muhaimin Iskandar dan lingkaran elitenya untuk kembali kepada sejarah awal berdirinya partai.

“Termasuk sejarah masa lalu Cak Imin dalam memperlakukan Gus Dur dalam konflik PKB yang masih terus diingat warga NU,” katanya.

Dia menjelaskan, Gus Dur tidak sekadar Pendiri PKB, tetapi juga cucu Hadratus Syech Hasyim Asy’ari, pendiri Nahdlatul Ulama yang seharusnya tidak diperlakukan seperti itu.

“Kami khawatir, diamnya para sesepuh akan dianggap sebagai upaya perlindungan kepada Cak Imin yang memiliki sejarah kelam terhadap Gus Dur sehingga berdampak pada penilaian negatif kalangan akar rumput terhadap para sesepuh. Kesadaran kolektif diperlukan agar proses demokrasi di PKB kembali bisa berjalan normal,” pungkasnya.(Din)

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Politik

Pertanyaan Tak Sesuai Pancasila dan UUD 1945, MUI Minta Hasil TWK Pegawai KPK Dibatalkan

Diterbitkan

Pada

Pertanyaan Tak Sesuai Pancasila dan UUD 1945, MUI Minta Hasil TWK Pegawai KPK Dibatalkan
Baca Berita

Headline

Ahmad Basarah: Soal Bipang Ambawang, Niat Jokowi Hanya Ingin Promosi Produk Bangsa Sendiri

Diterbitkan

Pada

Ahmad Basarah: Soal Bipang Ambawang, Niat Jokowi Hanya Ingin Promosi Produk Bangsa Sendiri
Baca Berita

Hukum

Ada Pihak yang Tak Ingin 75 Pegawai KPK Lanjutkan Pemberantasan Korupsi

Diterbitkan

Pada

Ada Pihak yang Tak Ingin 75 Pegawai KPK Lanjutkan Pemberantasan Korupsi
Baca Berita
Loading...