Connect with us

Nasional

PDIP Komit Lindungi Penghayat Kepercayaan Lewat Pengakuan Negara di Kolom KTP

Diterbitkan

Pada

PDIP Komit Lindungi Penghayat Kepercayaan Lewat Pengakuan Negara di Kolom KTP
Sekjen DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto (ist/net)

Realitarakyat.com – PDI Perjuangan berkomitmen untuk terus membumikan Pancasila, dan bertekad untuk terus menjadi rumah kebangsaan bagi Indonesia Raya.

Demikian disampaikan Sekjen DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, saat menerima audiensi dari Kelompok Masyarakat Adat dan Penghayat Kepercayaan Kepada Tuhan Yang Maha Esa, di Kantor DPP PDIP, Jakarta, Sabtu (24/4/2021).

Dalam kesempatan itu, Hasto menyampaikan komitmen partainya untuk kembali menggali nilai otentik khas Nusantara tersebut.

“Sebagai rumah kebangsaan untuk Indonesia Raya, PDIP bersama pemerintahan Jokowi juga melindungi lewat pengakuan negara di kolom KTP untuk penghayat kepercayaan. Hal ini penting, karena Indonesia menghadapi adanya kekuatan yang tak memahami Indonesia sebagai negara dengan tradisi spiritualitas yang begitu berwarna,” ujar Hasto.

“Kita di sini disatukan tekad untuk membumikan Pancasila sebagai the way of life. Kami akan terus mengembangkan dialog agar penghayat kepercayaan juga diperlakukan sama tanpa diskriminasi. Namun, seperti kata Bung Karno, semangat persatuan dan kesatuan harus dikembangkan,” ujarnya menambahkan.

Perwakilan dari kelompok Masyarakat Adat dan Penghayat Kepercayaan Hadi Prajoko mengatakan pihaknya mengajukan sejumlah hal sebagai hasil pertemuan puluhan kelompok di Jawa Barat, sejak 21 April 2021.

Pertama, pihaknya mendorong pemahaman kebudayaan sebagai aspek seni pertunjukan, namun juga landasan budi pekerti dan tuntunan hidup.

“Kedua, dinamika di lapangan para penghayat membutuhkan suatu bentuk tempat pendidikan budaya spiritual dan pamujaan sebagai upaya pembentukan budi pekerti luhur,” ujar Hadi.

Ketiga, kata dia, pentingnya payung hukum perlindungan atas terselenggaranya nilai luhur bangsa, khususnya terkait kehidupan masyarakat adat dan penghayat kepercayaan.

Keempat, perlu adanya penugasan lembaga negara yang mengurusi masyarakat adat yang tersebar di seluruh Indonesia. Institusi perlu dibentuk secara beradab dan bermartabat.

Kelima, Masyarakat adat dan kelompok penghayat mendorong agar salam “Rahayu” menjadi salam nasional bersama salam agama lainnya.

Wasekjen DPP PDIP Arif Wibowo menyatakan pihaknya memahami bahwa harmoni sosial Indonesia yang hidup sejak zaman Nusantara harus dipertahankan.

Hal itu juga merupakan upaya menjaga keindonesiaan. Oleh karena itu, PDIP berkomitmen memperjuangkan aspirasi masyarakat adat dan kelompok penghayat itu.

“Aspirasi ini akan kami perjuangkan, sehingga bagaimana memelihara keberlangsungan, saya kira harus kita upayakan,” ujar Arif. (ndi)

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Nasional

Sidang Isbat, 1 Syawal 1442 Hijriah Jatuh Pada 13 Mei Lusa

Diterbitkan

Pada

Sidang Isbat, 1 Syawal 1442 Hijriah Jatuh Pada 13 Mei Lusa
Baca Berita

Nasional

Tok! PBNU Tetapkan 1 Syawal 1442 Hijriah Pada Kamis 13 Mei Mendatang

Diterbitkan

Pada

Tok! PBNU Tetapkan 1 Syawal 1442 Hijriah Pada Kamis 13 Mei Mendatang
Baca Berita

Nasional

Tim Falakiyah Kemenag: Posisi Hilal Belum Terlihat dari 88 Titik Pemantauan di 34 Provinsi

Diterbitkan

Pada

Tim Falakiyah Kemenag: Posisi Hilal Belum Terlihat dari 88 Titik Pemantauan di 34 Provinsi
Baca Berita
Loading...