Connect with us

DPR

Parlemen Perlu Terus Suarakan Pendekatan Sensitif Gender Dalam Penangan Covid-19

Diterbitkan

Pada

Parlemen Perlu Terus Suarakan Pendekatan Sensitif Gender Dalam Penangan Covid-19

Realitarakyat.com – Perempuan menjadi salah satu kelompok masyarakat yang paling terdampak di tengah pandemi Covid-19 yang telah bertransformasi menjadi krisis multidimensional. Baik dari konsekuensi ekonomi akibat kehilangan pekerjaan, hingga berbagai peran yang diembannya di lingkup keluarga maupun masyarakat sebagai garda terdepan dalam penanganan pandemi.

Hal itu disampaikan Anggota Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Puteri Anetta Komarudin dalam Webinar “EU/ASEAN Gender Parity: State Of Play and Perspectives,” kemarin.

Webinar ini terselenggara atas kerja sama ASEAN Inter-Parliamentary Assembly (AIPA) dan European Parliament dalam rangka merespon berbagai tantangan terkait kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan.

Webinar membahas pelaksanaan dan pandangan tentang keseimbangan gender dan solusinya di masa depan. Turut hadir perwakilan anggota parlemen negara-negara ASEAN yang tergabung dalam AIPA, anggota Parlemen Eropa, ASEAN Youth Organization, dan pelaku bisnis yang berbagi sudut pandang mengenai potensi dan tantangan pencapaian kesetaraan gender di berbagai sektor, baik pemerintahan maupun swasta.

Ada empat bidang untuk mencapai keseimbangan gender yaitu melalui pemberdayaan politik, partisipasi ekonomi dan kesempatan, jenjang pendidikan dan akses kesehatan.

Puteri yang juga Anggota Komisi XI DPR RI menyampaikan upaya penanganan dan pemulihan ekonomi akibat pandemi Covid-19, pada tahun 2021 Indonesia mengalokasikan Rp403,9 triliun dengan salah satu fokus utama pada pemberdayaan dan penguatan kapasitas perempuan di bidang ekonomi.

“Salah satu program yang dilakukan adalah pelatihan pemberdayaan perempuan pada sektor UMKM untuk dapat mengambil manfaat dari digitalisasi dalam dunia bisnis yang semakin meningkat di masa pandemi,” terang politisi Partai Golkar ini.

Puteri sepakat bahwa kesetaraan gender merupakan tantangan bersama yang tidak saja membutuhkan peran perempuan, namun juga peran aktif pria.

“Maka, diperlukan kerja sama dan sinergi seluruh pihak, baik parlemen, pemerintah, organisasi masyarakat, sektor bisnis dan usaha, serta seluruh elemen masyarakat dalam mewujudkan kesetaraan gender,” sambungnya.

Puteri juga menambahkan bahwa dengan semakin banyak perempuan terlibat dalam sektor ekonomi, maka tentu saja dapat berkontribusi pada pembangunan di tingkat nasional. Maka, dibutuhkan peran anggota parlemen untuk terus menyuarakan pendekatan sensitif gender dalam segala upaya penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi pasca pandemi di tingkat nasional maupun internasional.

“Sebagai salah satu wujud komitmen dalam mendorong tercapainya kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan sebagaimana tertera dalam Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB),” tandasnya.[prs]

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

DPR

Hentikan Polemik, DPR Minta 75 Pegawai KPK Tak Lolos TWK Diangkat Jadi PPPK

Diterbitkan

Pada

Hentikan Polemik, DPR Minta 75 Pegawai KPK Tak Lolos TWK Diangkat Jadi PPPK
Wakil Ketua Komisi II DPR Junimart Girsang/Ist
Baca Berita

DPR

Komisi I DPR: Indonesia Bisa Ambil Peran Sebagai Kekuatan Dorong Kemerdekaan Palestina

Diterbitkan

Pada

Penulis

Komisi I DPR: Indonesia Bisa Ambil Peran Sebagai Kekuatan Dorong Kemerdekaan Palestina
Mahfuz Sidik (ist/net)
Baca Berita

DPR

Junimart: Soal Pemanggilan Azis Tunggu Hasil Putusan Rapat Pleno MKD

Diterbitkan

Pada

Junimart: Soal Pemanggilan Azis Tunggu Hasil Putusan Rapat Pleno MKD
Baca Berita
Loading...