Connect with us

Politik

Nama Pendiri NU Hilang dari Kamus Sejarah, PAN: Ini Kecerobohan Nadiem yang Ketiga

Diterbitkan

Pada

Nama Pendiri NU Hilang dari Kamus Sejarah, PAN: Ini Kecerobohan Nadiem yang Ketiga
image_pdfimage_print

Realitarakyat.com – Anggota DPR RI dari Fraksi PAN, Guspardi Gaus, menyatakan hilangnya nama Hasyim Asy’ari memperlihatkan bahwa Mendikbud Nadiem Makarim telah melakukan kecerobohan tiga kali berturut-turut.

Ia mengaku kecewa dan menyayangkan atas kecerobohan yang kembali dilakukan Nadiem kali ini.

“Tentu kita kecewa atas terbitnya Kamus Sejarah Indonesia ini. Pada sampul kamus itu memuat foto KH Hasyim Asy’ari tetapi tidak adanya narasi dan keterangan terkait kiprah dan jejak sejarah serta ketokohan beliau baik sebagai pendiri NU maupun sebagai Pahlawan Nasional. Jangan lupakan jasa ulama terhadap bangsa ini,” katanya kepada wartawan, Selasa (20/4/2021).

Ia juga berkata bahwa telah terjadi informasi sejarah yang hilang dan bisa berpotensi mengaburkan sejarah dalam Kamus Sejarah Indonesia. Menurutnya, hal ini akan berbahaya bagi pembentukan karakter peserta didik bila dibiarkan terjadi.

“Apalagi buku sejarah tersebut menjadi salah satu rujukan pengajaran mata pelajaran sejarah dan bisa download secara gratis sehingga bisa tersebar secara masif,” imbuh Guspardi.

Oleh karena itu, Guspardi meminta Nadiem segera menarik Kamus Sejarah Indonesia dari peredaran. Ia meminta Nadiem mengevaluasi dan merevisi isi konten guna meluruskan kejanggalan informasi yang ada di dalamnya.

“Kemendikbud juga lebih teliti dan berhati-hati dalam menentukan tim penyusun buku sejarah Indonesia sehingga tidak terulang lagi kesalahan dan kecorobohan serta disinformasi yang berpotensi menjadi polemik serta kontroversi,” ucap anggota Komisi II DPR tersebut.

Sebelumnya, Kemendikbud mengatakan Kamus Sejarah Indonesia Jilid I yang disebut menghilangkan Hasyim Asy’ari masih dalam tahap penyempurnaan. Masyarakat hanya menerima salinan lunaknya.

“Naskah tersebut tidak pernah kami cetak dan edarkan kepada masyarakat,” kata Dirjen Kebudayaan Kemendikbud Hilmar Farid dalam keterangan resmi yang disampaikan, Senin (19/4).

Hilmar mengatakan naskah tersebut disusun pada 2017 sebelum periode kepemimpinan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim.[prs]

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Politik

Legislator Gerindra Bakal Gelar Lomba Mural di Dapilnya

Diterbitkan

Pada

Penulis

Legislator Gerindra Bakal Gelar Lomba Mural di Dapilnya
Mural kritik Pemerintah di Jagakarsa/Net
Baca Berita

Headline

Tidak Ada Masa jabatan Presiden 3 Periode, PDIP Beberkan Sosok calon Yang Akan Diusung di Pilpres 2024 Mendatang

Diterbitkan

Pada

Penulis

Tidak Ada Masa jabatan Presiden 3 Periode, PDIP Beberkan Sosok calon Yang Akan Diusung di Pilpres 2024 Mendatang
Baca Berita

Headline

Presiden PKS Sebut Anies-Sandi Keniscayaan di Pilpres 2024, Bappilu Demokrat Malah Sebut Itu Sah-sah Saja

Diterbitkan

Pada

Penulis

Presiden PKS Sebut Anies-Sandi Keniscayaan di Pilpres 2024, Bappilu Demokrat Malah Sebut Itu Sah-sah Saja
Baca Berita
Loading...